Senin, 25 September 2017

Tokoh Dayak: Banser Sudah Seperti Saudara Kandung Sendiri

MusliModerat.net - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (23/9) sore, mengadakan Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pelatihan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna di Balai Desa Kumpai Batu Atas Arut Selatan, Kotawaringin Barat. 

Acara yang dihadiri tokoh dayak, Kapolsek, Danramil, Camat dan juga ratusan masyarakat tersebut mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Pasalnya, Nahdlatul Ulama (NU) yang selama dianggap bisa merangkul semua pemangku kepentingan. 

Dalam sambutanya, Ketua PC GP Ansor Abdul Sahel menyampaikan ucapan terima kasih kepada Muslimat NU, Fatayat NU, dan para pejabat Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Ansor dan Banser mesti bersatu padu. Sekarang ini banyak kabar hoaks yang diberitakan media-media situs radikal. Maka NU wajib menangkalnya," tegasnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh koordinator pimpinan pasukan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Wendy Soewarno. Ia menilai NU dengan pasukan Bansernya selama ini bisa menjadi mitra yang sangat baik dengan dewan adat dayak (DAD) 

"Ansor dan Banser adalah kita. Maka seringkali kami saling mengisi satu sama lain. Sudah seperti saudara kandung sendiri," ucapnya kepada kontributor NU Kalteng. 

Muhammad Sulthon (33), Ketua Panitia Pelaksanaan PKD dan Diklatsar menyatakan dari 100 peserta ini diharapkan mampu mengikuti pelatihan sampai akhir. 

"Kami berharap dari seratus calon anggota nantinya bisa mengikuti materi mulai 23-24 September 2017," ujarnya. 

Acara yang sedianya akan dibuka oleh Bupati Kotawaringin Barat ini diwakilkan kepada staf 1 Pemda Kobar Encep Hidayat. Dalam sambutanya, ia meminta maaf karena Bupati Kobar ada kegiatan pemerintahan. Sehingga, lanjutnya, ia mendapatkan amanah untuk mewakili dan membukanya. 

Selain daripada itu Encep juga membacakan teks dari Bupati yang isinya pesan kepada generasi muda agar belajar berdikari, mandiri dan pintar menghargai orang lain. Sehingga dengan demikian, para pemuda generasi bangsa akan mampu bersaing positif dengan kondisi global saat ini. (Suhud Mas'ud/Mahbib/NU Online)

Advertisement

Advertisement