Kamis, 14 September 2017

Tidak ada Penyegelan Masjid tapi Gedung Serbaguna Milik Wahabi yang tak memiliki IMB

Klarifikasi: Bukan Masjid tapi Gedung Serba Guna Milik Wahabi yang tak memiliki IMB

Fitnah atau berita hoax yang telah tersebar di dunia maya terkait Meninggalnya Walikota Pekalongan yang dihubungkan dengan Masjid Al Arqom sangat disayangkan dan sangat keji. Pasalnya, tidak ada satupun masjid yang disegel Pemkot Pekalongan termasuk Musholla/ Masjid Al Arqom Krapyak Kidul Gg 7, namun hanya memberhentikan Bangunan Serbaguna (milik Wahabi)yang tak miliki IMB.

“Itu nyata nyata fitnah keji terhadap Almarhum HA Alf Arslan Djunaid (Alex). Beliau orang baik dan Sangat tidak mungkin menyegel atau melarang orang untuk ibadah. Karena itu tolong hentikan fitnah terhadap Pak Alex,” ungkap HA Afzan Arslan Djunaid, tokoh masyarakat yang juga adik Walikota.

Hal senada disampaikan Ketua FPI Abu Ayyash, “Tidak ada penyegelan Masjid Al Arqom. Yang ada dihentikannya pembangunan gedung serba guna karena tidak punya IMB,” tegasnya.


 Sementara Kabag Humas Pemkot Pekalongan Arif Karyadi mengatakan bahwa Musholla/Masjid Al Arqom di bawah yayasan Al Aiman. Pihak yayasan mengajukan IMB Gedung Serba Guna bukan Masjid. Karena tidak mampu memenuhi syarat maka pembangunannya dihentikan.

“Jadi sangat tidak benar bila ada penyegelan masjid. Apalagi Musholla/ Masjid Al Arqom sampai sekarang juga tetap dijadikan kegiatan ibadah dan tidak pernah ada larangan,” kata Arif.

Inti dari Permasalahan yang disegel bukan Masjid, tapi Gedung Serba Guna yang biasa digunakan kegiatan Wahabi tapi tak memiliki IMB.
Fitnah ini disebar Oleh akun Fanpage Muslim Cyber Army yang dikelola anak-anak FPI dan situs PKS yang dulu bernama PKSPIYUNGAN yang sekarang berubah menjadi Portal-Islam-ID.

Tokoh Wahabi Marah Bangunan tanpa IMB nya dibekukan
Sambil batuk-batuk, dalam video berdurasi 6:58 menit, Jafar Umar Thalib menyebut orang-orang yang mendesak wali kota mensegel Bangunan Al-Arqom sebagi tolol dan munafiq. Innalillah bukan!

Setengah mendelik, Jafar Umar Thalib mengancam walikota dan jajarannya, "tindakan kamu menuruti tekanan sekelompok orang-orang tolol untuk menyegel pembangunan masjid ini adaah tindakan tolol dan sangat berbahaya. Jangan sampai ada dari pemuda-pemuda kami yang tidak tahan dengan gangguan-gangguan tersebut kemudian mengambil tindakan pemabalasan terhadap orang-orang tolol," ucapnya.

Jafar menyalahkan walikota jika terjadi pertumpahan darah. Lagi, ucapkan Innalillah. "Maka kalau sampai terjadi pertumpahan darah tidak ada yang dipersalahken dari kasus seperti ini kecuali Alex. Kamu, hai Alex, yang bertanggungjawab jika terjadi pertumpahan darah," ucap Jafar geram dan menggemaskan.

Jafar juga mengakui kalau Bangunan Serba Guna itu adalah masjid wahabi. Dan tentu akan dipertahankan dengan nyawa-nyawa orang wahabi jihadis seperti dirinya.

"Kalau perkara masjid kami, kami ini wahabi," aku Jafar di video. "Kami itu wahabi diganggu masjid kami, kami tidak akan terima, dan kami siap untuk bertempur meskipun kami harus mengorbankan nyawa kami. Awas kamu hai Alex, jangan macem-macem, jangan main-main politik di sini. Berhenti dari sekarang," tambah Jafar al-wahabi itu mengancam. Silakan simak video ancaman ini. Sungguh terlalu!

Muhammadiyah Setuju Pembangunan Dihentikan
Keputusan tegas petugas Satpol Pamong Praja (Satpol PP) yang menghentikan kelanjutan pembangunan gedung serba guna karena tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), yang diajukan pengurus Yayasan Al Aiman di Krapyak gang 7 (Bangunan Serba Guna dekat Al-Arqom) mendapat dukungan dari Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Pekalongan. “Saya setuju (pendirian bangunan,red) perlu IMB,” ucap Sekretaris PD Muhammadiyah, H Tubagus Sadaruddin MSi dikutip dari Radar Pekalongan.[mm]

Advertisement