Jumat, 08 September 2017

Tentara Berjilbab Filipina Bantu Warga Korban Kekejaman ISIS di Marawi

Tentara Berjilbab Filipina Bantu Warga Korban Kekejaman ISIS di Marawi. Photo: detik.com
MusliModerat.net - Kekejaman ISIS di manapun mereka berada membawa korban siapapun yang dianggap tidak menguntungkan mereka, termasuk di Marawi, Filipina. 

Penyerangan ISIS di Marawi membuat sejumlah penduduk merasa trauma. Oleh karena itu, para tentara dan polisi wanita Filipina dikirim ke Iligan dan daerah lain seperti Lanao del Sur dan Lanao del Norte. Tentara wanita yang dikirim semua memakai jilbab. Mengapa?

Manager pusat evakuasi provinsi tersebut, Maia Macarambon, menuturkan bahwa hal itu dilakukan untuk membantu memulihkan mental para pengungsi khususnya yang muslim dari penyerangan ISIS di Marawi. Angkatan Bersenjata Filipina dan Kepolisian Nasional Filipina berusaha memberikan layanan psikososial bagi ribuan penduduk Marawi yang mengungsi karena pertempuran antara pemerintah dan teroris dari ISIS.

"Itulah kekuatan wanita. Saya tidak memiliki keraguan dengan kekuatan polisi pria tapi saya berharap membawa wanita karena mereka lebih mengerti bagaimana menangani anak-anak dan wanita lain di kawasan evakuasi," ujar Maia.

Maia berharap para tentara berhijab bisa membantu memulihkan mental pengungsi agar punya harapan baru yang lebih positif untuk hidup ke depannya. Ia ingin korban Marawi membuka mata kalau mereka akan punya kehidupan yang baik setelah perang usai.

"Saya tahu mereka (tentara berhijab) akan mampu membantu orang-orang yang mengungsi untuk berpikir meskipun sekarang perang, kehidupannya belumlah berakhir. Saya harap mereka bisa memberitahukan kalau masih ada kehidupan setelah perang. Ini akan berguna bagi pengungsi muslim," papar Maia.

Terlepas dengan perang yang terjadi karena ISIS, Maia ingin menunjukkan kalau pemerintah Filipina juga peduli muslim. Presiden Filipina, Duterte pun juga menghormati kebudayaan Islam.

"Pemerintah tetap menghormati kita. Hampir semua Maranaos terluka karena bom dan kebanyakan dari mereka berpikir bahwa Presiden Duterte marah dengan muslim. Paling tidak sekarang, kita tahu bahwa pemerintah masih peduli terhadap kita dan menghormati kita," tambahnya. (detik.com/bukakata.com)
Advertisement

Advertisement