Rabu, 13 September 2017

Sejak 1963, Muslim Myanmar Dilarang Berpendidikan Tinggi Oleh Pemerintah

MusliModerat.net -  Krisis kemanusiaan yang dialami etnis minoritas Rohingya, Myanmar telah dialami bertahun-tahun.
Mereka bahkan tidak dianggap sebagai warga negara Burma.
Baru-baru ini etnis Rohingya terpaksa melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari kekejaman militer.
“Rohingya hanya dianggap sebagai warga Burma (Myanmar) hingga 1978,” kata Direktur Eksekutif Burma Human Rights Network, Kyaw Win pada konferensi internasional bertajuk “Peran Pemuda Aceh dalam Memahami dan Menanggulangi Krisis Kemanusiaan Minoritas Muslim Myanmar" di Aula Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (12/9/2017).  
Dia menjelaskan pada 1963 militer Myanmar menerapkan strategi objektif di mana orang muslim tidak boleh menjadi militer, polisi, politisi, anggota parlemen, mempunyai pendidikan tinggi, dan tidak boleh menjadi pembisnis.
Mereka, katanya, takut muslim berkuasa di negara yang kaya akan sumber daya alamnya tersebut.
“Sistematik yang kedua dilakukan dengan cara menghabiskan pendidikan di wilayah tersebut dengan memberikan kualitas pendidikan yang sangat rendah. Padahal Rakhine adalah daerah yang sangat kaya dengan sumber daya alam nya tapi warganya sangat miskin di Burma,” katanya dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Shadia Marhaban.
Tidak hanya kemiskinan, kondisi kesehatan di tempat tinggal etnis Rohingya, di Rakhine, juga yang paling parah di wilayah Burma.
Kondisi yangg sangat rawan sekarang adalah perempuan dan anak-anak. 
“Dan yang paling buruknya lagi, militer mengurangi nutrisi dari makanan untuk warga Rakhien. Saya boleh katakan tentera di Burma lebih pintar daripada Nazi,” ujar dia. 
Dikatakannya, di negara bagian Rakhine tidak hanya berpenduduk muslim, tapi juga Budha.
Militer memprovokasi umat Budha dengan mengatakan kemiskinan disebabkan oleh orang muslim.
“Kebodohan dan kemiskinan disalahkan oleh orang Budha karena orang muslim. Dan yang mengarahkan orang Budha marah kepada orang muslim adalah militer,” pungkasnya.(*)

Advertisement