Sabtu, 16 September 2017

Ribuan Bocah Muslim Rohingya Tanpa Orang Tua Mengungsi ke Bangladesh

MusliModerat.net - Tanpa keluarga, ribuan bocah muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh sebatang kara. Mereka mengikuti orang asing, melewati hutan dan menyebrangi sungai hingga tiba di Bangladesh, karena tak tahu harus pergi ke mana.
Abdul Aziz, bocah Rohingya menceritakan, kala itu, beberapa wanita bertanya tentang keberadaan orang tua Aziz. Bocah 10 tahun itu hanya bisa menjawab ‘tidak tahu’.
“Seorang wanita mengatakan ‘Kami akan merawatmu seperti anak kami sendiri, ikutlah’. Setelah itu saya pergi bersama mereka,” kata Aziz, yang nama aslinya disembunyikan demi keselamatannya.
Aziz bukanlah satu-satunya bocah Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh sebatang kara. Data terbaru UNICEF menyebutkan ada lebih dari 1.100 anak lain yang tiba di Bangladesh sendirian sejak 25 Agustus.
Banyak di antara bocah Rohingya itu yang melihat langsung keluarga mereka dibunuh secara brutal. Seperti diketahui, tentara Myanmar dan ekstremis Buddha dianggap bertanggung jawab atas pembersihan etnis di Rakhine State. Sementara, sebagian yang lain dari mereka juga berhasil selamat dengan membawa luka tembak.
UNICEF menyebut, bocah-bocah Rohingya itu berisiko mengalami trauma psikologis. Lebih parahnya, mereka juga berpotensi menjadi korban pelecehan seksual dan perdagangan manusia.
 “Ini adalah masalah besar. Anak-anak ini membutuhkan dukungan ekstra dan dibantu untuk dipertemukan dengan anggota keluarganya,” kata aktivis kemanusiaan dari Svae the Childern, George Graham.
Jumlah anak-anak Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh diperkirakan akan terus bertambah. Separuh dari keseluruhan 370.000 muslim Rohinagya yang melarikan diri sejak 25 Agustus adalah anak-anak di bawah umur.
Berdasarkan sample 128.000 pendatang baru di lima kamp penampungan, ditemukan fakta sebanyak 60 persen di antaranya adalah anak-anak, termasuk 1.200 anak di bawah umur.
“Awalnya mereka tidak bicara, tidak makan, tidak bermain. Mereka hanya duduk diam, penuh tatapan kosong,” kata Moazzem Hossain, manager proyek badan amal Bangladesh BRAC. (gul/Duta.co)
Advertisement

Advertisement