Kamis, 07 September 2017

Puteri Gus Dur Dinistakan, Seluruh GP Ansor Rapatkan Barisan

MusliModerat.net - Dukungan untuk putri sulung Presiden RI keempat Abdurahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid terus mengalir.
Bila sebelumnya sahabat hingga tokoh agama menyuarakan dukungannya, kini Gerakan Pemuda Anshor turut ambil sikap.
Dukungan itu dituliskan Ketua GP Anshor, Yaqut Cholil Qoumas melalui akun Twitternya @GusYaqut.

"Tegak mbak! Kami seluruh kader Ansor dan Banser ada di sisi jenengan!," begitu tulisnya, menanggapi kicauan Alissa.
Kicauan itupun mendapat dukungan netizen lainnya.
Dibully 
Diberitakan sebelumnya, akun twitter milik putri sulung presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid beberapa hari ini ramai menjadi sasaran bully sejumlah netizen.
Puncaknya, Alissa mendapat screenshot meme yang berisi ejekan terhadapnya, sekaligus ayahnya.
Ejekan itu ditanggapi bijak oleh Alissa hingga mendapatkan simpati dan dukungan banyak netizen, termasuk tokoh agama KH Mustofa Bisri (Gus Mus).
Lantas apa yang membuat akun Twitter Alissa jadi sasaran bully?
Bila menelusuri lebih jauh kicauan di akun twitter Alissa, sepertinya aksi bully tersebut bermula saat Alissa menuliskan tanggapan mengenai konflik Rohingya.
"Kita boleh menolak Ma Ba Tha, kelp ekstrimis Buddhis di Myanmar. Tapi Buddhis2 lain tidak seperti mereka. Spt sebagian besar kita bukan FPI," begitu salah satu kicauan Alissa pada 3 September 2017.
Kicauan itulah yang menjadi kontroversi.
Kontras dengan kicauan Alissa lainnya, kicauan itu mendapat ribuan komentar dan diretweet lebih dari 4 ribu kali.
Beberapa netizen menganggap Alissa telah menyamakan kelompok ekstrimis budhis Myanmar dengan Front Pembela Islam (FPI).
Tak lama setelah itu, 'hujan komentar' pun mulai dirasakannya.
'Serangan' di akun Twitter inipun sepertinya dirasakan Alissa, terlihat dalam kicauan selanjutnya.
"Sepertinya baru turun komando ya? Bisa bareng begitu berhamburan di halaman kandang burung saya," tulis Alissa.
Beberapa followernya pun ada yang menanyakan kenapa ia menjadi sasaran bully.
Alissa menjelaskan bahwa itu hanya dipicu beda pemahaman saja.
"Nggak ada. Saya bilang tidak semua orang Buddha ikut Ma Ba Tha. Seperti tidak semua orang Islam ikut FPI. Atau NU. Sama saja," tulisnya.
Alissa juga memaparkan catatan sejarah Rohingya, dengan harapan bisa memberikan gambaran lebih jernih menyikapi persoalan Rohingya.
Gus Mus Angkat Suara
Tokoh agama KH Mustofa Bisri atau Gus Mus tak tinggal diam melihat Alissa mendapatkan 'serangan' itu.
Itu terlihat dari komentar yang ia tulis dalam kicauan Alissa.
"Tak ada yang bisa menyakiti anakku Alissa Wahid. Apalagi hanya pecundang yang sakit jiwa. Dia adalah puteri Gus Dur yang perkasa," tulis Gus Mus.
Ia juga menilai tak ada yang salah dalam ucapan Alissa.
Berita ini telah dipublish di tribunnews.com dengan judul: Alissa Wahid Dihina, Banser Rapatkan Barisan
Advertisement

Advertisement