Sabtu, 02 September 2017

Persahabat Jiwa dan Raga Dua Ulama Besar " Syekh Yasin al Fadani dan Syekh Zainuddin Abdul Majid"

MusliModerat.net - Betapa kuat hubungan mahabbah fillaah antAra kedua Syaikh bersahabat itu. Yakni Syaikh Muhammad Yasin al-Fadani, sosok ahli hadits Tanah Suci asal Padang yang bergelar Musnid ad-Dunya, dan Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Majid, pendiri Nahdlatul Wathan.
Sampai-sampai Syaikh Yasin (ulama yg kalau kita berbicara tentang keilmuan dan akhlaknya tak akan cukup sungai nil menjadi tinta) beliau berkali-kali berkunjung ke Lombok menemui Syaikh Zainuddin.
Hingga pada tahun 1988 M, kedatangan terakhir Syaikh Yasin ke Indonesia, beliau menyampaikan 'farewell words' kepada sahabatnya: "Ini adalah kunjungan terakhirku kepadamu."
Sang sahabat kaget: "Mengapa demikian?"
Syaikh Yasin menjawab:
سأرتحل إلى الله
Betapa pecah hati sahabatnya mendengar kalimat itu.
Syaikh Yasin menyambungkan: "Sebenarnya tujuanku datang kepadamu saat ini untuk perpisahan, aku akan merasa lebih tenang kembali kepada-Nya setelah berziarah padamu"
Dan waktu berlalu. Tibalah suatu saat, ketika Syaikh Zainuddin mengimami shalat Jum'at. Tiba-tiba di tengah sholat, beliau merasa sakit dan tidak bisa melanjutkan sholat. Usai sholat, beliau berkata kepada jama'ah yg bertanya-tanya: "Saya tidak tau apa gerangan, hati saya tiba-tiba dirasuki perasaan sedih." Air mata mengalir membasahi pipinya.
Tak berselang jam, datang kabar duka kepada beliau bahwa Syaikh Yasin baru saja telah kembali ke Rahmatullah. Menangislah Syaikh Zainuddin tersedu-sedu mendengar kepergian salah satu ulama terbesar abad ini.
Dari cerita di atas kita bisa mengambil, betapa bubungan keduanya tidak terbatas pada raga, melainkan sampai pada tahap kecintaan ruhiah. Semoga mereka dan kita termasuk 7 golongan yg disebut Baginda Nabi SAW dipayungi oleh Allah ketika tiada naungan selain naungan-Nya:
ورجلان تحابا في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه
"Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu semata-mata karena-Nya dan berpisah karena-Nya".
Pertemuan mereka bukanlah atas motif bisnis, politik, atau kepentingan apapun selain semata karena Allah.
Advertisement

Advertisement