Jumat, 29 September 2017

NU Care-LAZISNU Serahkan Bantuan di Pengungsian Gunung Agung Bali

MusliModerat.net - NU Care-LAZISNU menyerahkan bantuan ke posko pengungsian di Masjid al-Hikmah, Desa Buitan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karang Asem, Bali, Kamis (28/9) siang.

Bantuan tanggap bencana NU Care-LAZISNU kali ini beruba bahan makanan pokok, perlengkapan belajar untuk anak-anak di tenda darurat, juga kebutuhan dasar lainnya.

"Ya, selain makanan dan minuman, kami juga berikan bantuan untuk perlengkapan belajar anak yang sekolahnya akan dipindah ke tenda darurat. Kami berharap proses belajar-mengajar untuk anak-anak tetap bisa berjalan, meski harus di tenda darurat," ujar Direktur Penyaluran NU Care-LAZISNU, Slamet Tuharie. 

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Karang Asem, H Syuaib.

"Kami sampaikan terima kasih kepada NU CARE-LAZISNU yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat di posko ini. Tentu bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang saat ini mengungsi," ungkap H Syu'aib.
Selain di Posko Masjid al-Hikmah, Buitan, Manggis, Karang Asem, NU CARE-LAZISNU juga akan menyerahkan bantuan ke posko pengungsian di Kantor Pengurus Wilayah NU Provinsi Bali di Kota Denpasar.

"Di posko Denpasar ini, kita juga memberikan bantuan makanan pokok, kemudian perlengkapan untuk bayi dan perempuan," lanjut Slamet Tuharie. 

Kegiatan ini merupakan sinergi antara NU CARE-LAZISNU, LPBI NU, PWNU Bali, PCNU Kabupaten Karang Asem, Satkorcab Banser NU Kabupaten Karang Asem, GP Ansor Kota Denpasar, dan Pondok Pesantren Darunnajah al-Mas'udiyah, Denpasar, Bali. 

"Masyarakat Bali adalah saudara kita, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk membantu mereka yang saat ini sedang dalam status tanggap bencana erupsi Gunung Agung. Dan NU CARE-LAZISNU siap menyampaikan amanah saudara-saudara yang ingin membantu masyarakat Bali," tandasnya.

Seperti diberitakan, tanda-tanda terjadinya erupsi Gunung Agung, Bali membuat masyarakat memilih meninggalkan rumah mereka. Tidak sedikit dari para pengungsi adalah saksi mata letusan Gunung Agung pada 1963 silam. Berdasarkan data yang ditemukan di lapangan, lebih dari 96.000 jiwa mengungsi di 430 titik pengungsian yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Bali. (Kendi Setiawan/NU Online)
Advertisement

Advertisement