Jumat, 22 September 2017

MUI Haramkan Posting Hoax, Wasekjen MUI Malah bikin Hoax

MusliModerat.net - Entah ini yang keberapa kalinya si Ustad Tengku ini bikin ulah. Tidak kapok-kapoknya orang ini menebar fitnah dan provokasi demi tujuan yang yang tidak jelas. Pada tanggal 18 September 2017 pukul 08.32 WIB Ustad tengku ini memfitnah suatu Partai dengan memelintir fotonya Rieke Diah Pitaloka.
Ulahnya itu bikin heboh dalam empat hari ini. Foto itu dia edit sedemikian rupa seolah-olah bersumber dari Kompas TV dengan judul “Rieke Dyah: Aku Bingung, Memangnya Kalau PKI Bangkit Kembali Kenapa? Ada Masalah Ya?“
Lalu dia poles foto hasil editannya itu dengan komentar yang provokatif, “Anggota DPR RI tidak tahu PKI Itu Melanggar TAP MPRS XXV 1966? Jika Ucapan Itu BENAR Dia Ucapkan, Apa PDIP Tdk Beri Sanksi Atas Ucapan Begini?”
Ternyata berita Hoax yang dia posting di akun Twitternya itu dia comot dari berita Republika yang berjudul, ”Rieke: Pernyataan JK Soal Rekomendasi Pansus Pelindo Aneh.” yang dia edit seolah-olah screenshot berita, padahal foto Rieke tersebut dia edit dari foto ini.
Nih berita yg asli soal korupsi gede di Pelindo II, jago bgt yg edit. Mau nutup isu korupsi? Korupsi itu tdk Islami!
Karena kesal Rieke Dyah Pitaloka mengunggah foto asli berita tersebut. Ketahuan kan modus dan ulah Ustad Tengku Zulkarnain ini. Karena tahu bahwa Ustad ini biang kontroversi, maka Kompas TV akhirnya memberi klarifikasi yang menyebutkan bahwa mereka tidak pernah membuat berita seperti yang diunggah oleh si Ustad Hoax itu.
-Pengumuman-

KompasTV tidak pernah membuat, menayangkan, dan mengunggah berita ini.

Terima kasih.
Heran banget ya, padahal Ustad ini adalah tokoh agama sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode kepengurusan 2015-2020. Sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI artinya dia sendiri yang memberi contoh melanggar fatwa yang mereka bikin soal Fatwa haram terkait penggunaan Medsos, khususnya mengenai penyebaran Hoax serta informasi bohong di media sosial.
Sy tdk akan klarifikasi, klarifikas ke yg sebarkan fitnah itu. Jangan ke sy. Aparat hukum mhn bantu trash siapa sutradaranya.
Harusnya Ustad ini segera diberi sangsiOleh MUI karena telah melanggar fatwa MUI, khususnya larangan memproduksi, menyebarkan, atau membuat dapat diaksesnya informasi yang tidak benar kepada masyarakat, serta larangan menyebarkan konten hoax serta mencari-cari kejelekan pihak lain.
Padahal jelas-jelas MUI menengaskan bahwa setiap orang muslim yang bermuamalah melalui medsos diharamkan untuk melakukan ghibah, fitnah, namimah dan penyebaran permusuhan.
Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial
1. Dalam bermuamalah dengan sesama, baik di dalam kehidupan riil maupun media sosial, setiap muslim wajib mendasarkan pada keimanan dan ketakwaan, kebajikan (mu’asyarah bil ma’ruf), persaudaraan (ukhuwwah), saling wasiat akan kebenaran (al-haqq) serta mengajak pada kebaikan (al-amr bi al-ma’ruf) dan mencegah kemunkaran (al-nahyu ‘an al-munkar).
2. Setiap muslim yang bermuamalah melalui media sosial wajib memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
– Senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tidak mendorong kekufuran dan kemaksiatan.
– Mempererat persaudaraan (ukhuwwah), baik persaudaraan ke-Islaman (ukhuwwah Islamiyyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyyah), maupun persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah insaniyyah).
– Memperkokoh kerukunan, baik intern umat beragama, antar umat beragama, maupun antara umat beragama dengan Pemerintah.
3. Setiap muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan untuk:
– Melakukan ghibah, fitnah, namimah, dan penyebaran permusuhan.
– Melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar golongan.
– Menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup.
– Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar’i.
– Menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya.
– Memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi yang tidak benar kepada masyarakat hukumnya haram.
– Memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi tentang hoax, ghibah, fitnah, namimah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal-hal lain sejenis terkait pribadi kepada orang lain dan/atau khalayak hukumnya haram.
– Mencari-cari informasi tentang aib, gosip, kejelekan orang lain atau kelompok hukumnya haram kecuali untuk kepentingan yang dibenarkan secara syar’i.
– Memproduksi dan/atau menyebarkan konten/informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, membangun opini agar seolah-olah berhasil dan sukses, dan tujuan menyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak hukumnya haram.
– Menyebarkan konten yang bersifat pribadi ke khalayak, padahal konten tersebut diketahui tidak patut untuk disebarkan ke publik, seperti pose yang mempertontonkan aurat, hukumnya haram.
– Aktifitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya.
Fatwa diatas dibuat MUI lantaran maraknya ujaran kebencian dan permusuhan di media sosial. Eh malah pengurus  sendiri yang biang Hoax yang selalu menebarkan berita bohong dan fitnah yang mengarah pada upaya adu domba serta kebencian dan permusuhan.
Ustad Tengku ini pernah posting foto Hoax orang injak bayi. Setelah aksi tipu-tipunya itu ketahuan, dengan entengnya dia menghapus postingannya.

Disunting dari Seword
Advertisement

Advertisement