Senin, 18 September 2017

Mendagri: Tanya Pemerintah Myanmar Saja, yang Pencitraan Siapa?

Foto : Biro Pers Setpres
MusliModerat.net - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membantah pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut bahwa bantuan Indonesia untuk pengungsi Rohingya adalah pencitraan Presiden Joko Widodo.

"Tanya ke Pemerintah Myanmar saja, yang pencitraan siapa?" kata Tjahjo saat menghadiri ulang tahun ke-7 Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) di kantor BNPP, Jakarta, Minggu (17/9/2017).

Menurut dia, bantuan Pemerintah Indonesia kepada pengungsi Rohingya yang kini berada di Banglades sedianya tidak perlu dipertanyakan. Sebab, itu merupakan wujud langkah konkret pemerintah.

Selain itu, menurut Tjahjo, pada Senin (4/9/2017) lalu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga telah menyerahkan usulan Formula 4+1 untuk Rakhine State kepada konsulat negara Myanmar dalam misi diplomasi di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Kemudian, pada Rabu (13/9/2017), Pemerintah RI mengirim 34 ton bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Jauh sebelum itu, yakni pada 2016, Pemerintah RI juga mengirimkan sekitar 10 kontainer paket bantuan untuk warga Rohingya yang berada di Rakhine State, Myanmar.

"Pak Jokowi ada buktinya kok, mengirim diplomasi dengan mengirim satu-satunya Menlu yang diterima oleh Pemerintah Myamar di sana," kata Tjahjo.

"Pak Jokowi ya kerja action, ada buktinya," ucap politisi PDI-P tersebut.

Prabowo sebelumnya menganggap bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia untuk warga etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar adalah bentuk pencitraan Presiden Joko Widodo.

"Kalaupun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional," kata Prabowo di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017).

Padahal, menurut Prabowo, langkah yang bisa dilakukan Pemerintah Indonesia untuk membantu Rohingya adalah dengan menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani di dunia.

"Percaya sama saya, kalau kita kuat, kaum Rohingya kita bantu, kita beresin. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin," ucap dia. [kompas.com]
Advertisement

Advertisement