Sabtu, 09 September 2017

Meluruskan Tuduhan FPI dan Muhammadiyah "Warga NU Bubarkan Pesantren Muhammadiyah Karimunjawa"

MusliModerat.net - Berikut ini adalah Hasil Investigasi Wartawan Dutaislam.com tentang kronologi peristiwa fitnah yang dilemparkan oleh oknum Muhammadiyah sehingga terjadilah tuduhan dari media Muhammadiyah dan media FPI kalau warga Karimunjawa Jepara disebut mengusir 47 santri tahfidz kiriman Ittihadul Ma'ahid Muhammadiyah (ITMAM) ke bangunan pesantren yang ada di Dusun Alang-Alang Rt. 02 Rw. 04, Desa Karimunjawa pada awal September 2017. 

Meski tidak ada kalimat usir mengusir, namun beberapa kader Muhammadiyah menuduh MWC NU Karimunjawa dan PCNU Jepara lempar tangan. Bahkan ada yang mempropagandakan NU Jepara sudah disusupi Syiah. Innalillah.

Kronologi ini sengaja ditulis oleh Dutaislam.com mengingat situs-situs provokatif berbaju Islam terus-terusan membuat propaganda miring seakan Muhammadiyah yang terdzalimi, padahal PD Muhammadiyah Jepara sendiri juga menginginkan anak-anak santri yang diutus ITMAM ke Karimunjawa juga harus ditarik kembali ke Karangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

  1. Pada Rabu, 13 Januari 2017, bertempat di rumah KH Abdul Mu'in (Rais Syuriah MWC NU Karimunjawa) warga bersama tokoh masyarakat mengadakan repat bersama menolak pembangunan pesantren Al-Quds di Dusun Dusun Alang-Alang Rt. 02 Rw. 04, Desa Karimunjawa. Mereka menolak segala bentuk aktivitas pembangunan dalam rangka mengantisipasi perpecahan antar sesama warga yang mayoritas berpaham ahlussunnah wal jamaah. Silakan baca suratnya, klik DISINI.
  2. Pada Rabu, 17 Januari 2017, warga Karimunjawa secara bersama-sama menggalang penolakan atas berdirinya bangunan yang dikira hotel itu namun kemudian disebut-sebut akan dijadikan pesantren. Nama Muhammadiyah yang awalnya tidak terlibat proses pembangunan, tiba-tiba dicatut oleh oleh yayasan yang oleh warga setempat, setelah diselidiki, bernama Yayasan Bina Muwahhidin (YBM), Surabaya. 
  3. YBM dianggap warga Karimunjawa cenderung berpaham wahabi. Beberapa bulan sebelum terjadi polemik bangunan itu, utusan warga Karimun melakukan investigasi ke Sedayu, Surabaya. Ketua YBM, Dr. Ainul Haris, adalah lulusan LIPIA dan Madinah. Dana YBM yang biasa diperbantukan untuk program-programnya, terindikasi kuat berasal dari luar negeri, Timur Tengah. Demikian hasil investigasi warga. 
  4. Pada Rabu, 15 Februari 2017, atas nama Muhammad Syafaat (Ketua PCM Karimunjawa) dan Sekretarisnya bernama Muhammad Irwan terbukti mengajukan surat permohonan moril dan materiil bernomor 01/IV.0/A/2017 ke Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara agar membantu mengurus perijinan. Bukti surat, klik download DISINI. 
  5. Pada Selasa, 28 Februari 2017, pesantren sudah mulai dibangun sejak 2015 (dua tahun) itu akhirnya ditolak warga dengan 500 tandatangan. Alasannya: 1) Kecurigaan agenda tersebunyi dari yayasan dengan bukti, Muhammadiyah Jepara baru dimunculkan setelah ada kesimpulan kalau YBM berpaham wahabi, 2). Muhammadiyah hanya dijadikan alat untuk kelancaran agenda paham YBM, 3). Tidak ada sosialisasi bahwa bangunan itu akan dijadikan pesantren, 4). Silakan klik bukti tanda tangan penolakan, klik SINI dan SINI.
  6. Pada Jumat, 10 Maret 2017, Ketua YBM, Ainul Haris, datang ke Jepara bersama pengurus PBNU, KH Mujib Qulyubi untuk meyikapi penolakan warga. Namun ia diminta PCNU Jepara datang ke Gedung NU dalam rangka tabayun. Hasil pembicaran malam itu, bangunan pesantren YBM di Karimunjawa sepakat dihentikan kecuali pengelolaannya melibatkan masyarakat Karimunjawa. Pihak YBM menolak dengan alasan akan mengkhianati amanat wakif (yang memberikan wakaf). Namun tidak disebutkan siapa wakifnya. Bukti foto, silakan klik SINI dan SINI.  
  7. Pada Senin, 13 Maret 2017, Camat Karimunjawa memastikan YBM melaksanakan hasil pembicaraan di Gedung NU, yang dihadiri PDM Jepara, banom PCNU Jepara beserta pengurus harian. Sampai di sini, Karimunjawa kembali tidak bergejolak. 
  8. Pada Selasa, 30 Mei 2017, Ketua Ittihadul Ma'ahid Muhammadiyah (ITMAM) PP Muhammadiyah, Yunus Muhammadi bersama pengurus lainnya datang ke Kantor YBM di Surabaya menindaklanjuti keterangan Ketua PDM Jepara, KH Fahrurrozi yang pernah memberitahu penolakan warga Karimunjawa atas keberadaan pesantren yang didanai YBM. Dalam surat (klik SINI) keterangan Yunus, warga Karimunjawa disebut melakukan demo.  
  9. Pada Senin, 7 Agutus 2017, YBM membuat berita acara penyerahan tanah wakaf bangunan "Ma'had Al-Quds" kepada PP Muhammadiyah Jakarta, diwakili oleh Bendahara PP Muhammadiyah, Marpuji Ali. Inilah yang kembali memunculkan polemik. Bukti surat otentiknya, silakan download SINI.
  10. Pada Kamis, 11 Agustus 2017, YBM mengirim surat pemberitahuan kepada Bupati Jepara soal berita acara serah terima tanah wakaf yang dilangsungkan di Kantor YBM Surabaya itu. Surat bernomor 056/III.0/F/2017 tersebut juga memberitahukan secara resmi bahwa bangunan pesantren beserta tanahnya menjadi milik PP Muhammadiyah, dikelola oleh Ittihadul Ma'ahid Muhammadiyah (ITMAM) dengan nama "Ponpes Tahfidz Al-Quds Muhammadiyah Karimunjawa" dan akan mengadakan Dauroh Tahfidz Qur'an dengan 40 peserta mulai 4 September hingga 30 Oktober 2017. Tembusan surat tidak ada keterangan sampai ke PDM Jepara maupun PCM Karimunjawa. Berita acara, silakan klik SINI
  11. Pada Senin, 4 September 2017, ada 47 santri perwakilan pesantren Muhammadiyah datang ke Karimunjawa. Warga setempat merasa keberatan karena bangunan pesantren yang belum pernah diresmikan, belum ada IMB, tidak ada ijin operasional itu tiba-tiba dibuat aktivitas banyak orang tak dikenal. Ingin lihat foto mereka, klik SINI
  12. Pada Rabu, 6 September 2017, Camat Karimunjawa, Budi Krisnanto, melakukan tindakan preventif dengan mengumpulkan warga dan tokoh masyarakat di Aula Balai Desa Karimunjawa pada yang kemudian diberi tema: Klarifikasi Bangunan Milik Yayasan Bina Muwahhidin Surabaya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara dengan nomor surat undangan: 055/21/Ds.KRJW/IX/2017, ditandatangani Petinggi Karimunjawa, Arif Rahman. Surat ontentiknya, silakan klik SINI
  13. Pada Kamis pagi-siang, 7 September 2017, Camat Karimunjawa mengirim surat bernomo 056/414 kepada Bupati Jepara tentang Laporan Hasil Pembahasan Pondok Pesantren dengan tiga poin, 1). Masyarakat Karimunjawa mendukung apapun rekomendasi Pemerintah Daerah Jepara terakit pengelolaan bersama bangunan pesantren, 2). Apabila melakukan aktivitas di pesantren harus dilengkapi ijin operasional dan IMB, 3). Santri yang mengadakan kegiatan Dauroh Tahfidz sebanyak 47 orang ditarik secepatnya (7 hari) dengan pertimbangan ijin operasional dan dengan tujuan mengantisipasi masuknya paham radikal di Karimunjawa. Suratnya, klik SINI.
  14. Pada Kamis siang-sore, 7 September 2017, Pengurus PDM Jepara silaturrahim ke rumah Rais Syuriah PCNU Jepara, KH Ubaidillah Umar di Bandungharjo, Donorojo, Jepara. Mereka disambut di Gazebo rumah. Kiai Syadzali, Wakil Ketua PDM Jepara menyatakan tidak pernah diberi amanat 47 santri untuk program Dauroh Tahfidz di Pesantren Karimunjawa. Dua pengurus PDM lain (Pak Sajiman dan Pak Syamsiri) juga menyatakan tidak mengetahui adanya program ITMAM di Karimunjawa. Fotonya, silakan unduh DISINI. Tapi menurut pernyataan Ketua ITMAM Yunus Muhammadi, program dauroh sudah dikerjasamakan dengan PDM Jepara. Bukti pernyataan, silakan klik SINI
  15. Pada Jumat pagi, 8 September 2017, Ustadz Yunus Ketua ITMAM kemudian berkomentar kalau peserta Dauroh Tahfidz Karimunjawa diancam diusir. Gardana, dari Pemuda Muhammadiyah juga menyebut kalau antara PCNU dan MWC NU saling lempar urusan pesantren di Karimunjawa. Bahkan menyebut kalau warga Karimunjawa membiarkan kemaksiatan. Komentar yang menyeret NU dalam soal Muhammadiyah dan warga Karimunjawa ini dimuat pertama oleh situs sangpencerah.id, diikuti sabilillah.net dan situs-situs provokatif lain hingga viral. 
  16. Pada Jumat siang, 8 September 2017, sehabis Jumatan, Dutaislam.com menemui KH Ubaidillah Umar melakukan tabayun soal polemik pesantren Karimunjawa. Hasilnya, baik PDM Jepara maupun PCNU Jepara sepakat menunggu kedatangan haji (5 Oktober 2017) Ketua PDM Jepara KH Fahrurrozi untuk membahas kelanjutan pengelolaan pesantren yang dibangun YBM. Namun, pada hari itu, PDM Jepara sudah menyatakan siap menarik para peserta Dauroh. Baca suratnya resmi bernomor 058/III.0/F/2017. Suratnya, ada DISINI
  17. Makin liar propaganda yang dilancarkan kepada NU dan warga Karimunjawa. 1). NU disebut Syiah, 2). Warga Karimunjawa dianggap melindungi kamaksiatan, 3). Warga Karimunjawa dianggap mengancam pembubaran, 4). Santri yang dipulangkan dianggap lebih hina dari pel4**ur, 5). Banser disebut PKI dan seterusnya hingga Komisioner Komnasham bernama Maneger Nasution ikut mengeluarkan pernyataan. 
  18. Versi PDF investigasi oleh redaksi Dutaislam.com ini, bisa didownload dengan klik link: INVESTIGASI TIM DUTA ISLAM.
Gara-gara tidak ada koordinasi, warga Karimunjawa yang sudah mendeteksi adanya pembelian tanah oleh MTA maupun HTI di Karimunjawa makin waspada. Apalagi PP Muhammadiyah melalui ITMAM nya membuat liar isu tanpa tabayun. NU akhirnya disalahkan. Padahal, itu urusan mis koordinasi antara PPM, PDM, PCM, dan warga. 

Dikutip dari Hasil Investigasi Situs Dutaislam.com