Selasa, 26 September 2017

Kiai Said Setuju Nonton G30S/PKI, Tapi Film DI/TII dan Permesta Harus Dibuat

MusliModerat.net - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan setuju ajakan menonton film G30S/PKI sebagai upaya untuk mengingat sejarah kelam bangsa Indonesia yang terjadi pada 1965. Peristiwa tersebut nyata terjadi dan menimbulkan korban yang banyak. 

Namun, kiai yang pernah nyantri di Pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak tersebut juga meminta agar sejarah pemberontakan yang dilakukan kelompok lain pun harus ada filmnya, sehingga bisa ditonton masyarakat Indonesia. 

“Pemberontakan oleh DI/TII juga harus dibuat dan ditotonton. Juga pemberontakan Permesta. Tak hanya itu, bom yang ada di Indonesia juga harus ada filmnya. Mulai dari bom Bali, teror-teror sampai bom Thamrin,” tegasnya, Jumat (22/9).

Dengan adanya seluruh film tersebut, ia berharap generasi muda tahu sejarah kelam bangsa ini dan bisa mengambil pelajarannya.  

Terlepas dari itu, ia menengarai isu PKI selalu digemborkan pihak tertentu menjelang tahun politik, pemilu 2019, untuk mendapatkan simpati masyarakat.  

Belakangan ini, ramai dibicarakan, terutama di media sosial tentang bangkitnya PKI. Sehingga perlu menonton film yang menceritakan pemberontakan partai tersebut.  Di sisi lain, ada yang berpendapat film tersebut tidak perlu ditonton karena PKI sudah tidak. Sementara Presiden Joko Widodo mengusulkan untuk membuat film PKI versi baru. 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, di Jakarta, Ahad (24/9) mengimbau kepada masyarakat agar tidak memperdebatkan lagi soal pemutaran film G30S/PKI. Menurut dia, bagi masyarakat yang ingin menonton silakan, yang tidak tidak mau juga tidak apa-apa, tak perlu ribut. (Abdullah Alawi/NU Online)
Advertisement

Advertisement