Senin, 04 September 2017

Inilah Mufassir Indonesia yang Punya Dua Karya Kitab Tafsir

MusliModerat.net - Adakah mufassir Indonesia yang punya dua karya kitab tafsir?
Ada. Prof. Hasbi Assidqiy yang pernah menulis dua tafsir, al-Bayan dan Annur. Juga Prof. Quraish Shihab dengan Al-Mishbah dan Al-Lubab.

Selain itu, ada juga mufassir kakak beradik: KH. Bisri Mustofa dengan al-Ibriz dan KH. Mishbah Zainal Mustofa dengan al-Iklil-nya. Keduanya ditulis menggunakan bahasa Jawa.

Jika NU punya dua mufassir kakak beradik di atas, Muhammadiyah punya Buya Hamka dengan al-Azhar, Persis punya Ust. Ahmad Hassan dengan al-Furqan, Persaatuan Umat Islam (PUI) punya KH. Ahmad Sanusi yang menulis tafsir berbahasa Sunda, Raudlatul Irfan fi Ma’rifat al-Qur’an.

Karena sudah ada tafsir berbahasa Melayu, Tarjuman al-Mustafid yang ditulis oleh Syekh Abdurrauf Assinkili, serta tafsir lain yang berbahasa Jawa dan Sunda, maka di Makassar ada KH. Abdul Mu’in Yusuf yang menulis tafsir al-Qur’an berbahasa Bugis dan ditulis menggunakan aksara tradisional. Selain itu, ada juga Anregurutta Daud Ismail yang menerapkan bahasa daerah Bugis dalam proses penafsiran al-Qur’an.

Ada juga Syekh Nawawi, ulama Banten yang menulis tafsir berbahasa Arab, Marah Labid, yang juga dikenal sebagai Tafsir al-Munir. Pakar linguistik, Syekh Mahmud Yunus, malah menyusun tafsirnya bukan dengan bahasa Arab, melainkan bahasa Indonesia sebagai ikhtiar memudahkan orang awam memahami al-Qur'an.

# kekayaan tafsir Indonesia
Wallahu A'lam

Dishare dari Rijal Mumazziq Z