Minggu, 03 September 2017

Inilah 6 Fakta Mengerikan Biksu Wirathu, Sosok Pembenci Utama Muslim Rohingya dan Dalang Gerakan Anti Islam

MusliModerat.net – Pembantaian dan pengusiran etnis Rohingya dari Myanmar, membuat banyak orang di dunia geram, tak terkecuali dengan masyarakat Indonesia. Kekerasan dan pembantaian yang terjadi di Myanmar ini, mengingatkan netizen dengan satu nama yakni Ashin Wirathu. Ia merupakan seorang Biksu Buddha yang disebut-sebut sebagai penggerak utama kaum Buddha di Myanmar untuk menyerang dan menghabisi etnis Rohingya.

Menyusul tragedi genosida etnis Rohingya yang kembali muncul di permukaan, nama Ashin Wiratu kembali menjadi perbincangan. Ashin Wirathu merupakan pimpinan kelompok kontroversional 969. Sebelumnya, ia bahkan pernah di penjara lantaran dianggap memicu permusuhan antar agama. Kelompok 969 menolak perluasan Islam di negara Myanmar.
Dan berikut akan dibeberkan fakta-fakta mencengangkan tentang Ashin Wirathu seperti yang diwartakan oleh Tribunnews.com,
Dijuluki The Face of Buddhist Terror di Majalah Time
Wirathu disebut sebagai sosok yang cukup kontroversional di majalah Time. Di balik jubah luhur biksunya, ia mendapatkan cap sebagai provokator ulung dan benci sekali dengan kaum muslimin.
Ia bahkan khawatir atas perkembangan agama samawi di tanah Myanmar. Kelompok 969 selama ini dikenal sebagai kumpulan orang yang menyebarkan rumor soal biadabnya kaum muslimin dan berbagai tuduhan sesat lainnya. Karena aksinya yang dibilang biadab itu, ia disebut sebagai Wajah Teror Buddha.
Anggap Muslim Myanmar sebagai Ancaman Berbahaya bagi Kaum Buddha
Dilansir dari The Economist Wirathu menyebutkan jika kaum Buddha saat ini tengah dalam ancaman bahaya. Ia menyebutkan jika, berabad-abad yang lalu, Indonesia merupakan negara Hindu Buddha sebelum jatuh ke tangan Islam. Wirathu juga menyebutkan jika Filipina tengah melawan Jihadis, dan ia memperingatkan agar Myanmar tidak mengalami hal seperti Indonesia ataupun juga Filipina.
Terlibat di Gerakan Nasionalis Anti-Muslim 969
SKUAD 969 dibentuk guna melancarkan berbagai serangan untuk kaum muslim, termasuk juga dengan benda-benda kepemilikan. Bayangkan, puluhan jumlah masjid sudah hancur di tangan SKUAD 969. Salah satu tugas utama mereka adalah menghancurkan kekuatan asing yang ingin membinasakan Buddhisme dan kekuatan asing itu adalah Islam.
Salah Satu Penggagas Ma Ba Tha Berasal dari Gerakan 969
Ma Ba Tha merupakan organisasi ekstrimis Buddha Myanmar yang didirikan pada sebuah konferensi besar para biksu Buddha di Mandalay. Misi utamanya adalah membela Buddhisme Theravada di Burma.
Dan pembentukan organisasi ini lantaran adanya larangan lambang 969 untuk kepentingan politik. Ashin Wirathu merupakan anggota Ma Ba Tha yang menonjol dan digambarkan sebagai pemimpin paling ekstream dalam kelompok tersebut.
Berbahagia Dengar Kabar Pengacara dan Aktivis Muslim Bernama Ko Ni Dibunuh
Ko Ni merupakan pengacara dan aktivis hak asasi manusia yang sangat lantang dalam membela etnis Rohingya. Ko Ni ditembak mati di Bandar Udara Internasional Yangon. Ia meninggal setelah pulang menghadiri workshop di Indonesia. Saat yang lain bersedih, Wirathu merupakan sosok yang justru begitu berbahagia mendengar kematian Ko Ni yang ternyata dibunuh. Bahkan, Wirathu mengucapkan terima kasih untuk yang telah membunuh Ko Ni.
Menyamakan Dirinya dengan Presiden Donald Trump
Meskipun dimusuhi dan dijauhi pemerintah Myanmar, Wirathu merasa sikapnya sejalan dengan Donald Trump. Dia menarik persamaan antaran pandangan mengenai Islam dengan pandangan Donald Trump. Kampanye Trump yang dipenuhi retorika dan proposal anti-Muslim yang termasuk juga pelarangan warga Muslim memasuki negara, dianggapnya sebagai sikap yang sama.
“…Dunia menyebut kita picik. Tapi karena orang-orang dari negara yang merupakan kakek demokrasi dan hak asasi manusia memilih Donald Trump, yang serupa dengan saya dalam memprioritaskan nasionalisme, komunitas internasional tidak akan begitu menyalahkan.” Papar Wirathu

Advertisement