Sabtu, 02 September 2017

Imam Hambali: Untuk Beribadah tak Cukup Hanya Pakaian Suci, tapi Harus Bersih dan Berkualitas

MusliModerat.net - Suatu hari Imam Ahmad Bin Hanbal (Pendiri Mazhab Hambali) keluar menuju masjid, ia bertemu pemuda yang ujung gamisnya kotor terkena tanah bercampur air.
Ia ragu, apakah boleh menunaikan shalat dengan keadaan pakaian terkena lumpur. Akhirnya ia meminta fatwa pada Imam Ahmad..
Sang Imam berfatwa bahwa tanah dan air bukanlah najis. Justru keduanya adalah wasilah untuk menyucikan najis.
Jikapun was-was kuatir ada najis tercampur di dalamnya, ia bisa mendeteksi dari aroma, warna dan rasanya. Jika tak terdeteksi adanya najis dari 3 indikator itu, maka lumpur itu tak akan berpengaruh akan sah-nya shalat.
Mendengar fatwa ini, si pemuda pun melanjutkan perjalanan ke masjid dan shalat dengan pakaian yang terkena lumpur itu.
.....
Di lain kesempatan, kejadian itu menimpa Imam Ahmad Bin Hambal. Ujung pakaian beliau terkena tanah cukup tebal sehingga membuat pakaiannya tampak kotor dan tak indah dipandang. Lalu dengan tergesa beliau berbalik menuju rumah dan berganti pakaian.
Melihat tindakan beliau, orang-orang tampak heran. Bukankah Sang Imam berfatwa bahwa tanah itu bukan najis dan tak menghalangi sahnya shalat? Lalu, untuk apa beliau pulang dan berganti pakaian?
Dengan perasaan ingin tahu, mereka kemudian menghampiri Sang Imam dan bertanya. Dan Imam Ahmad Bin Hambal pun menjawab: ”Dzaaka Fatwa, wa haadza Taqwa.”
Yakni, apa yang pernah beliau katakan pada si pemuda memang fatwa yang boleh saja dilakukan. Sebab tanah dan air bukan najis. Dan shalat seseorang tetap akan sah jikapun ia shalat dengan pakaian kotor. Yang penting tidak najis.
Namun level seorang Imam Ahmad tak sekedar di ranah Fatwa 'yang penting sah'. Sebab ada level lain diatasnya, yakni 'Taqwa'.
Beliau tak hanya ingin ibadahnya sekedar sah, namun juga harus menjadi persembahan terbaik dan 'berkualitas' untuk Rabb-nya. Untuk itulah Imam Ahmad berbalik ke rumahnya dan mengganti pakaian yang bersih.
Bukankah kita diperintahkan untuk mengenakan pakaian terbaik setiap kali memasuki masjid? ”khudzuuu ziinatakum inda kulli masjid.”

Advertisement