Rabu, 27 September 2017

Gagal Paham, anak Rohis SMKN 6 Bandung Bikin Acara "Turn Back Quran"


MusliModerat.net - Akhir-akhir ini banyak pengguna media sosial yang menyoroti penggunaan kalimat 'Turn Back Quran' yang terpampang sebagai nama suatu acara. Sejumlah pihak menilai rangkaian kata bahasa Inggris tersebut salah dan menimbulkan makna negatif. SMK Negeri 6 Kota Bandung meminta maaf dan menjelaskan duduk persoalannya.

Frasa 'turn back' memang sedang ramai digunakan akhir-akhir ini. Berawal dari 'Turn Back Crime' untuk melawan tindak kriminal, yang dipopulerkan Interpol dan digunakan Ditkrikum Polda Metro Jaya. Ada pula kampanye 'Turn Back Hoax' untuk melawan hoax. Frasa 'Turn Back Quran' pun menjadi sorotan karena dianggap memiliki makna yang justru menjatuhkan.

SMKN 6 Kota Bandung menggelar kegiatan internal bertajuk 'Turn Back Quran'. Niat penyelenggara tidak bermaksud menistakan agama. Acara itu sudah berlangsung pada 30 Maret 2017.

"Waktu acara itu, saya memang belum tahu artinya. Saran judul itu dari teman saya. Nah, kalau masalah itu, saya kira Turn Back Quran itu artinya kembali kepada Alquran," ujar Ketua Pelaksana acara 'Turn Back Quran', Irfan Nugraha, di SMKN 6 Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (26/9/2017).

Kegiatan kajian keagamaan tersebut digagas para siswa yang tergabung Rohis SMKN 6 Kota Bandung. Semangat acara itu, menurut Irfan, bertujuan mengajak seluruh siswa agar kembali mencintai Alquran. Lantaran penggunaan makna 'Turn Back Quran', sejumlah pihak menganggap tema kajian itu keliru

"Selaku panitia, mungkin karena keteledoran saya ya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mungkin karena kekeliruan saya ini jadi menimbulkan kesalah pahaman," ucap Irfan.

Kepala Sekolah SMKN 6 Kota Bandung Ramdan membenarkan bahwa pada Maret lalu anak didiknya menggelar acara tersebut. "Kalau siswa mau mengadakan kegiatan, alurnya konfirmasi dulu ke pembina. Terus dari situ ke (bagian) kesiswaan. Dari kesiswaan pasti diajukan ke kepala sekolah. Cuma waktu itu saya memang tidak melihat poster dari acara tersebut, saya hanya membaca substansinya saja," kata Ramdan di tempat yang sama.

Ramdan menyebut aktivitas siswanya ini bertujuan baik. "Keterangan acaranya itu untuk mengajak teman-teman yang lain kembali mencintai Alquran. Itu kan tujuannya baik, benar, jadi ya saya setuju," tutur Ramdan menambahkan.

Sewaktu isu tersebut muncul di beberapa media sosial, pihak sekolah langsung menindaklanjuti dengan mengkonfirmasi kepada murid bersangkutan. Mewakili keluarga besar SMKN 6 Kota Bandung, Ramdan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu dengan hal tersebut.

"Iya langsung saya konfirmasi, karena ini masalah yang berhubungan dengan agama, jadi enggak bisa di nanti-nanti. Kita bakal block semua postingan tentang acara tersebut. Intinya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya di media sosial yang membaca tulisan itu. Ini hanya kesalah pahaman pengertian makna saja," ujar Ramdan. (bbn/fjp)




Sumber : Detik.com
Advertisement

Advertisement