Selasa, 26 September 2017

Fadli Zon Teriak Anti PKI, tapi Bawa Bunga ke Makam Mbah Komunis Karl Marx

MusliModerat.net - Belakangan ini kita dihebohkan dengan isu bangkitnya PKI. Perbincangan mengenai komunis pun terjadi di mana-mana. Mulai dari warung kopi, kantor-kantor hingga di lokasi prostitusi. Yang bicara juga berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengangguran, pedagang, laskar Ormas radikal, politikus, preman dan lain-lain.

Terkait isu PKI ini, di masyarakat terdapat dua faksi. Pertama kubu yang percaya bahwa komunis akan bangkit. Kemudian ada juga kelompok masyarakat yang tidak percaya bahwa komunis akan hidup kembali, atau dengan kata lain kebangkitan komunis hanyalah hantu. Ada namanya saja tapi tidak ada wujudnya.
Diantara tokoh yang tidak percaya dengan komunis akan bangkit yaitu Buya Syafii Maarif. Menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini isu kebangkitan PKI hanyalah mimpi disiang bolong. Buya menjelaskan dimana-mana komunis sudah runtuh, seperti di Rusia, Cina dan Vietnam. Hanya yang tersisa Korea Utara. Namun, komunis di Korut hanya jadi alat Kim Jong Un untuk menjadi diktator.
Buya juga menambahkan PKI berkembang pada tahun 1950-1960an di Indonesai karena dibackingi oleh Cina dan Rusia. Saat ini kedua negara tersebut telah menjadi negara kapitalis, sehingga tidak ada alasan PKI bisa bangkit lagi.
Justru yang dikhawatirkan adalah gerombolan yang membubarkan diskusi-diskusi dan seminar. Kelompok ini merupakan kelompok radikal yang merangkap sebagai polisi swasta, sehingga perlu diantisipasi, kata Buya.
Senada dengan Buya Syafii, Guru Besar Universitas Pertahanan, Salim Said mengatakan komunis tidak bakal bangkit lagi di Indonesia. Penganut komunis juga sudah berkurang. Bahkan negara komunis terbesar di dunia, Uni Soviet telah bubar berganti menjadi Rusia yang kapitalis.
Cina juga telah menjadi negara industri kapitalis. Juga dengan negara Kuba yang awalnya komunis, didirikan oleh Fidel Castro dan Che Guevara, perlahan berubah menjadi kapitalis dan terbuka untuk investasi asing. Sehingga tidak perlu cemas dengan isu PKI ini, kata Salim Said.
Hanya saja, kendati Salim Said dan Buya Syafii Maarif telah menjelaskan panjang lebar mengenai fakta runtuhnya komunis dunia, masih saja ada yang percaya bahwa komunis akan bangkit di Indonesia. Diantaranya Ormas radikal pimpinan Rizieq Shihab, FPI.
Beberapa kali FPI terlihat melakukan demo tolak PKI. Hal ini tidak lepas dari keyakinan imam besar mereka yang kini bersemedi di Arab. Rizieq meyakini bahwa kebangkitan PKI bukanlah dongeng belaka. Ideologi Komunis Marxis, dan Leninisme tidak boleh berkembang di Indonesia kata Rizieq di acara simposium anti PKI di Jakarta (1/6/2016). Menurut Rizieq PKI mulai bangkit sejak tahun 1998, atau setelah rezim Orba jatuh.
Apa yang disampaikan Rizieq dipercayai oleh laskar FPI. Terlihat di google ada banyak foto FPI membakar bendera PKI. Entah dari mana FPI mendapatkan bendera PKI tersebut. Jangan-jangan FPI yang cetak sendiri FPI pula yang bakar sendiri. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa panasnya pembicaraan soal PKI saat ini tidak lepas dari provoakasi FPI.
Tidak hanya FPI, kader Gerindra juga rame membicarakan PKI. Diantaranya yaitu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arif Puyono.  Arif Puyono secara terang-terangan menuduh PDI Perjuangan sama dengan PKI. Hal ini yang membuat beberapa kader PDI P marah dan melaporkan Arif Puyono ke polisi.
Di samping Arif Puyono yang berkasus, beredar pula di dunia maya foto Fadli Zon di makam Karl Marx. Dalam foto tersebut terlihat Fadli Zon sedang tersenyum manis sambil memegang setangkai bunga di makam pencetus ideologi Komunis.
Menurut berita yang dilansir detik.com foto Fadli Zon di depan kuburan Karl Marx beredar sejak tahun 2014. Fadli Zon mengatakan dia hobi berziarah. Jadi dalam lawatannya daerah-daerah dan ke luar negeri, Fadli menyempatkan diri untuk berziarah. Termasuk ziarah ke makam mbahnya komunis, Karl Marx.
Di berita tersebut terdapat banyak komentar. Ada yang mengatakan PKI teriak PKI. Ada juga yang berkomentar “selama ini bikin rusuh dengan isu PKI yang ingin bikin gaduh untuk tujuan 2019.” Bahkan ada yang mengatakan bukan Fadli Zon namanya kalau tidak bisa ngeles.
Akan tetapi, yang patut kita kagumi dari Fadli Zon adalah dia begitu getol teriak menolak PKI tapi ziarah ke makam mbahnya PKI, sambil bawa bunga pula. Mungkin hanya Fadli Zon yang seperti ini. Orang seperti Fadli Zon memang langkah.
Disahre dari Seword
Advertisement

Advertisement