Senin, 04 September 2017

Dukung Rohingya, Cak Imin Wajibkan Kader PKB Sumbang Gaji Sebulan

MusliModerat.net - Ketum PKB Muhaimin Iskandar menginstruksikan kepada kadernya untuk memberikan sumbangan gaji selama satu bulan untuk para etnis Rohingya. Ia menyebut intruksi tersebut merupakan kewajiban.

Pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut kebijakan memberikan gaji selama satu bulan ini diwajibkan kepada seluruh kader baik itu yang menjabat jadi Menteri hingga tukang sapu di PKB. Ia menegaskan ini merupakan kewajiban bagi warga PKB dan Nahdlatul Ulama (NU). 

"Ini kewajiban, instruksi seluruh keluarga besar PKB dan NU untuk menyisihkan gaji selama sebulan apakah Menteri, DPR, DPRD, Bupati, Wali Kota," kata Cak Imin di Vihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan di Jl Kemenangan II, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (3/9/2017).

Akan tetapi, khusus tukang sapu, dibolehkan hanya memberi sumbangan sebanyak 10 persen dari gajinya. Dia juga berharap agar pemerintah Myanmar membuka akses bantuan agar bisa masuk ke Rohingya.

"Kalau perlu itu tukang sapu di kantor PKB juga 10% nya disiapkan untuk dikirimkan ke Rohingya secepatnya melalui kerjasama dengan Kemlu," ujarnya.

Dia berharap agar PBB juga berperan supaya bantuan dapat masuk ke Rohingya. Bantuan yang ada nantinya berupa peralatan medis, obat-obatan, makanan dan keperluan darurat untuk menolong pengungsi Rohingya.


"Kiriman ini bisa masuk kalau diberi akses oleh pemerintah Myanmar. Kami akan melalui kerjasama Kemnlu dan organisasi kemanusiaan. Mohon PBB membuka akses pemerintah Myanmar buka bantuan kemanusiaan. Makanan obat-obatan, pakaian, dan berbagai kebutuhan mendesak," ujar Cak Imin.

Sebelumnya diberitakan, lebih dari 2.600 rumah dibakar habis di wilayah Rakhine, Myanmar, yang banyak ditinggali etnis minoritas muslim Rohingya. Militer Myanmar menyalahkan militan lokal Rohingya atas pembakaran itu, namun organisasi HAM internasional menuding militer Myanmar yang bertanggung jawab.

Sejauh ini, badan pengungsi PBB UNHCR melaporkan, sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di wilayah Rakhine, sejak pekan lalu. Namun dilaporkan tidak semuanya berhasil masuk ke wilayah Bangladesh. 
Pengungsi Rohingya berjalan menuju perbatasan Bangladesh-MyanmarPengungsi Rohingya berjalan menuju perbatasan Bangladesh-Myanmar Foto: Mohammad Ponir Hossain/Reuters

Konflik itu dipicu bentrokan antara militer Myanmar dengan militan lokal yang disebut sebagai Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA). Kelompok itu mengklaim bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap sejumlah pos keamanan Myanmar di Rakhine. 

Seperti dilansir Reuters, Minggu (3/9/2017), otoritas Myanmar menyalahkan ARSA atas aksi pembakaran rumah-rumah warga sipil di Rakhine itu. Militer Myanmar menegaskan pihaknya menggelar operasi militer di Rakhine untuk memusnahkan ARSA. 

"Total 2.635 rumah dari desa Kotankauk, Myinlut dan Kyikanpyin dan dua distrik di Maungtaw dibakar habis oleh teroris ekstremis ARSA," sebut surat kabar nasional Myanmar, Global New Light of Myanmar, dalam laporannya. 
(yld/dkp)
Advertisement

Advertisement