Selasa, 12 September 2017

Asma Dewi "Pemesan Saracen" ditangkap polisi, Alumni 212 rapatkan barisan

MusliModerat.net - Mantan Wakil Bendahara Presidium Alumni 212 Asma Dewi ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jumat (8/9). Dia ditangkap atas dugaan mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu.

Berdasarkan pengembangan kepolisian, Asma Dewi diduga pula pernah mentransfer uang sebesar Rp 75 juta ke pengurus inti kelompok Saracen. 

Usai ditangkap polisi, beredar poster dengan tulisan 'Ayo, Alumni 212 bantu, besuk dan bela Asma Dewi'. Dalam poster tersebut, memuat foto Asma Dewi dan Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif. Saat dikonfirmasi merdeka.com, Slamet membenarkan bahwa alumni 212 akan memberikan dukungan terhadap Asma Dewi.

"Ya kan beliau ditahan, kita beri dukungan, beri support untuk beliau. Ya, minimal kan besuk dia. Apalagi ini musibah minimal bantu doa," kata Slamet kepada merdeka.com, Selasa (12/9).
Meski demikian, Slamet mengatakan dirinya dan alumni 212 belum berencana dalam waktu dekat untuk menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk dukungan ke Asma Dewi.
"Belum ya. Karena masih fokus bantu Rohingya," ujarnya.

Sementara itu, Slamet mengaku tidak mengetahui secara detail kasus yang menjerat Asma Dewi tersebut. Dia mengaku belum melakukan komunikasi dengan kuasa hukum yang bersangkutan, yaitu Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar). 

Dia juga mengaku tidak mengetahui terkait dugaan transfer Rp 75 juta dari Asma Dewi ke kelompok Saracen yang telah diciduk akibat menyebarkan ujaran kebencian dan konten berbau SARA di media sosial.

"Saya belum bertemu dengan penasehat hukum beliau, kasus apa. Saya belum tahu persis," ujarnya.

Asma Dewi ditangkap polisi pada Jumat (8/9) di Komplek Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKSI), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, polisi akan menelusuri uang Rp 75 juta yang dikirim Asma Dewi ke Saracen.

"Kan kita enggak tahu dia nyari order kemudian dikirim atau dia yang order, belum tahu. Apa salah satu kaki tangan yang mengambil itu. Karena kan aliran dananya diinfokan dari dia, ke siapa, terus diserahkan lagi ke siapa," kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/9).

Polisi masih menggali keterangan dari Dewi. Polisi belum bisa memastikan status Dewi sebagai pemesan ujaran kebencian atau hanya sebagai donatur untuk kelompok Saracen.

"Masih didalami. Yang jelas, aliran dananya ada. Dia kan baru ditangkap kemarin. kita liat apakah terlibat dalam itu," ujarnya. [rzk]
Sumber: Merdeka.com

Advertisement