Sabtu, 19 Agustus 2017

Ulama Kalsel Minta Patung Burung Enggang Dibongkar

MusliModerat.net - Sejumlah ulama di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, berharap pemerintah membongkar patung burung enggang di Simpang Tiga Jalan Murakata Barabai karena dinilai tidak membawa manfaat. Pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Hantakan, H M Arsyad, di Barabai, Kamis (8/9) mengungkapkan, patung burung enggang sama sekali tidak bermakna dan tidak ada hubungannnya dengan ciri khas kabupaten HST.

"Kalau boleh kami mengusulkan, patung burung enggang tersebut diganti dengan patung kitab (Alquran, Red) dan bola dunia. Kitab bermakna HST kota santri dan bola dunia artinya mendunia," katanya.

Dia juga mengusulkan agar di gerbang memasuki Kota Barabai tersebut dibuat tulisan "HST Bumi Bersyalawat". Hal tersebut lebih sesuai dengan kebiasaan orang Barabai yang suka bersyalawat kepada Nabi Muhammad SAW. "Untuk kepanjangan dari kata bersyalawat, itu nantinya bisa dicari kata-kata yang memang benar-benar mencerminkan masyarakat kota Barabai," katanya.

Mewujudkan Kabupaten HST Bersyalawat, dia mengatakan, para ulama berencana menggelar pembacaan shalawat seminggu ataupun sebulan sekali. Diharapkan melalui shalawat tesebut, daerah ini akan lebih berkah dan lebih maju.

Keinginan para ulama tersebut, telah disampaikan langsung kepada Bupati HST Abdul Latif beberapa waktu lalu, saat bersilaturahim dan berdialog antara ulama dengan Bupati dan Wakil Bupati. Menanggapi hal itu, Bupati Latif menyampaikan, sekarang ini pemerintah kabupaten masih melakukan pembenahan secara internal di pemerintahan. Baik itu masalah anggaran daerah maupun rencana penempatan pejabat.

"Saya juga sudah lama ingin 'menyembelih' burung enggang tersebut, mudah-mudahan tahun 2017 kita dapat bersama-sama mengkaji dan mengganti burung enggang itu. Misalnya dengan sesuatu yang memang benar-benar sesuai dengan kabupaten kita," katanya.

Hulu Sungai Tengah, merupakan salah satu kabupaten yang dikenal sebagai daerah yang agamis. Perayaan-perayaan keagamaan, selalu diperingati dengan sangat meriah. Bahkan pada saat Maulid, selama satu bulan penuh seluruh masyarakat daerah tersebut merayakannya dengan penuh suka cita, dengan saling berkunjung, dan shalawat terdengar hampir di setiap rumah warga.

Ajang ini terus dijaga, bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata di daerah tersebut. Beberapa warga dari luar daerah banyak berkunjung untuk ikut menikmati kemeriahan Maulid Nabi di Barabai.
Sumber : Antara
Advertisement

Advertisement