Sabtu, 26 Agustus 2017

Presiden Jokowi Penuhi Janjinya ke Anak SD Enrekang yang Minta Listrik

Perjuangan melistriki Desa Tallubamba, Sulsel Foto: Dok. PT PLN
 
MusliModerat.net - PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar terus menggenjot program listrik desa. Kali ini Dusun Panassang dan Kalidong, Desa Tallubamba, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang menjadi salah satu tempat target program listrik desa. Saat ini proses pembangunan sudah mencapai 40%.

Dusun Panassang adalah dusun yang murid SD-nya pernah minta listrik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Proyek listrik desa yang dimulai bulan Agustus ini dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017 untuk melistriki 2 dusun dengan jaringan tegangan menengah 20 kilo Volt (kV) sepanjang 5,1 kilometer sirkuit (kms) dan jaringan tegangan rendah sepanjang 2,5 kms. Total daya yang dialirkan adalah sebesar 150 kVA untuk melistriki sekitar 80-100 kepala keluarga (KK) di dua dusun tersebut. Total anggaran jasa dan material untuk Desa Tallubamba Dusun Kalidong dan Dusun Panassang sebesar Rp 1,906 miliar.

Manajer PLN Area Pinrang, Ambo Tuwo, memaparkan bahwa program listrik desa ini akan diselesaikan secepat mungkin mengingat tiang-tiang listrik sudah tersedia di banyak titik.

"Saya sangat terkejut dengan antusiasme warga untuk turut membantu PLN dalam memanggul tiang dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat," ungkap Ambo Tuwo dalam keterangan tertulis, Jumat (25/8/2017).

Sementara itu Windi Sri Wiguna, Siswi SDN 164 Panassang, saat ditemui menunjukkan rona bahagia karena sebentar lagi dusunnya akan teraliri listrik. Selama ini Windi menggunakan pallang (penerangan yang menggunakan minyak) untuk belajar di malam hari.

"Terima kasih PLN atas usahanya, sebentar lagi akan mewujudkan impian kami untuk tidak lagi menggunakan pallang dalam belajar tetapi menggunakan lampu," ucap Windi.

Lokasi pengerjaan di dusun Panassang terbilang cukup sulit. Jalan dengan sudut kemiringan 60 derajat dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan tidak menyurutkan semangat pegawai PLN yang bergotong royong dengan masyarakat sekitar melakukan pekerjaan pemancangan tiang.

Satu tiang pancang beratnya sekitar 378 kilogram, pegawai PLN harus mengangkut menggunakan gerobak yang dimodifikasi sedemikian rupa melewati hutan, bukit, dan jembatan setapak. Bersama dengan warga, pegawai PLN menggotong tiang tersebut hingga ke lokasi pemancangan untuk satu tiang dibutuhkan 22-24 orang.

PLN Wilayah Sulselrabar memang terus berkomitmen untuk melistriki seluruh desa di Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat. Pembangunan listrik desa merupakan salah satu upaya PLN Wilayah Sulselrabar untuk mencapai target Rasio Elektrifikasi 100% pada tahun 2018. [detik.com]
Advertisement

Advertisement