Senin, 28 Agustus 2017

Mengejutkan !! Sindikat Saracen Terlibat pada Pilpres 2014 dan Pilkada DKI

MusliModerat.net - Terbongkarnya sindikat Saracen, membuka tabir bagaimana penyebaran ujaran kebencian (hate speech) dan SARA di media sosial. Banyak fakta yang membuat publik melongo.
Bagaimana tidak, hoax atau berita bohong berisi ujaran kebencian dan SARA, yang selama ini beredar di media sosial, hampir sebagian besar ternyata diproduksi oleh sekelompok orang yang tergabung dalam sindikat Saracen.

Fakta lainnya, anggota Saracen itu ternyata simpatisan calon presiden yang gagal pada pilpres 2014. Tidak habis di situ, sindikat ini juga memasang tarif untuk pembuatan ujaran kebencian dan SARA di media sosial.
Saat "bernyanyi" di depan media pekan lalu, Ketua Umum Saracen Jasriadi mengaku mantan simpatisan calon yang gagal pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Dari sinilah, guru privat ini kemudian bertemu dan menjalin pertemanan dengan orang-orang yang disebut seide dengannya.
"Perkenalan kita di medsos, waktu itu kan ada pilpres 2014, kebetulan kita simpatisan salah satu calon yang gagal, ya," ujar Jasriadi kepada Liputan6.com, Kamis 24 Agustus 2017.

"Nah, di situ kita kenal dengan yang seide, dan dari situ setiap yang seide ya kita kenal," dia melanjutkan. Tapi, Jasriadi mengklaim pertemanan tersebut tidak terjalin kuat, hanya sebatas perkawanan di media sosial.
Meski hanya pertemanan di media sosial, Jasriadi mengaku pernah kopi darat alias bertemu pada 2016.
"Waktu itu 2016 ada teman saya ngajak kopdar namanya AS, pas momen silaturahmi akbar di situ juga kebetulan kita kopdar bareng. Sebatas itu, setelah itu lupa lagi," kata dia.
Menurut Jasriadi, pertemuan besar-besaran itu terjadi saat Pilkada DKI Jakarta. Namun, dia mengaku lupa siapa saja yang hadir pada kesempatan itu.

"Itu pertemuannya saya enggak tahu persis yang silaturahmi akbar, di situ ada ceramah cara memilih pemimpin. Tapi saya lebih detailnya lupa, karena lama ya, dan itu keluar di media ya, itu sekitar bulan enam atau tujuh gitu. Itu juga tak ada sangkut pautnya dengan Saracen," ujar Jasriadi.

Advertisement