Kamis, 17 Agustus 2017

Mantab !! TGB dan Wakilnya Gabung Aksi Warga NU NTB Tolak Full Day School

MusliModerat.net - Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi kompak bersama Wakil Gubenur NTB, H Muh Amin menerima langsung Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Provinsi NTB yang menggelar aksi damai di depan Kantor Gubenur, Kamis (16/8) terkait penolakannya terhadap kebijakan penerapan Full Day School (FDS) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy.

“Saya sebagai Gubernur menerima secara resmi aspirasi ini dan saya akan sampaikan aspirasi ini sebagai bagian dari aspirasi warga NTB,” ujar Tuan Guru Bajang (TGB).

Di hadapan ribuan pengurus dan santri yang ikut unjuk rasa, Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan itu mengandung pesan dan nilai yang baik bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di pondok pesantren.

“Terlebih aspirasi tersebut disampaikan oleh orang-orang baik dan dengan cara-cara yang baik,” tegasnya.

Hanya saja, Tuan Guru Bajang (TGB), menghimbau seluruh warga yang hadir untuk tetap menjaga serta mendoakan bangsa dan daerah agar tetap aman.

“Saya mengajak semua, warga Muhammadiyah, Warga NU, Warga Nahdlatul Wathan dan kita semua sebagai masyarakat NTB, kita jaga NTB kita, kita kokohkan persatuan. Dan kita doakan negara kita agar semakin maju,” Ketua Umum PBNW itu.



Terkait dengan kebijakan Full Day School tersebut, TGB menyampaikan bahwa diperlukan komunikasi dan penjelasan secara detail dan utuh kepada seluruh elemen masyarakat tentang esensi kebijakan tersebut. Sehingga, dengan dialog dan komunikasi yang baik dapat menghilangkan barbagai kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat.

“Ada pemahaman bahwa penguatan pendidikan karakter yang akan diterapkan dalam FDS itu tidak menyebabkan pengaruh buruk terhadap satu insitusi atau sistem pendidikan yang sudah jalan,” terangnya.

Karena itu, TGB meminta pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk lebih mengintensifkan sosialisasi, diskusi dan dialog untuk menerima masukan dari berbagai komponen masyarakat.

“Jadi, lebih banyak diskusilah,” imbuhnya.

Sementara, Korlap Abdul Majid menegaskan bahwa warga NU menolak kebijakan sekolah lima hari tersebut karena dikhawatirkan mengganggu proses pembelajaran yang sudah diterapakna selama ini, khususnya di pondok pesantren.

“KBNU NTB dengan tegas menolak Full Day Scholl tersebut,” tegas Majid dalam orasinya.
Advertisement

Advertisement