Selasa, 29 Agustus 2017

Jawaban atas Fitnah Wahabi Terhadap Kitab Ihya Ulumuddin Karya Imam Ghazali

MusliModerat.net - Ada saja Ustad Wahabi ini, kadang menyalahkan praktek Ibadah Muslim Indonesia, kemarin menghina Gus dur, ada juga yang mengatakan Sorban Kyai Indonesia itu meniru Hindu.

Kali ini Ustad Wahabi Subhan Bawazier  melecehkan Kitab Ihya Ulumuddin Karya Hujjatul Islam Imam As Syekh Muhammad Bin Muhammad Bin Muhammad Al Ghazali.


Makanya jangan kaget jika suatu hari nanti Banser akan Menolak kedatangan Oknum Wahabi seperti ini.


Berikut Videonya:





Berikut Bantahan atas ucapan Oknum wahabi diatas:

Imam Ghazali telah sampai ke derajat Hujjatul Islam, sedangkan Hujjatul Islam berarti telah hafal 300.000 (tiga ratus ribu) hadits berikut sanad dan hukum matannya,
nama lengkap beliau adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Alghazaly Atthuusiy rahimahullah.
beliau diakui oleh banyak sekali para Hujjatul Islam lainnya, diantaranya Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy, beliau banyak sekali mengambil ucapan Imam Ghazali pada kitabnya Fathul Baari beliau banyak merujuk fatwa Imam Ghazali dari kitabnya AL Ihya,
demikian pula Hujjatul Islam AL Imam Nawawi, demikian pula Al Hafidh AL Imam Qurtubiy, AL Hafidh Al Imam Assuyuthiy, (Al Hafidh adalah gelar bagi mereka yg telah hafal 100.000 (seratus ribu hadits) berikut sanad dan hukum matannya,
kita memaklumi ikhtilaf para Muhaddits, namun jika muncul orang masa kini mengatakan Imam Ghazaliy sesat, hendaknya ia berfikir bagaimana orang mulia ini telah hafal 300 ribu hadits dan dirujuk oleh para hujjatul islam lainnya, hendaknya ia berhati hati,
apalagi mereka yg menuduh itu tak hafal satu hadits pun berikut sanad dan hukum matannya,
dan kita beserta sebagian besar para hujjatul islam, para Alhafidh dan para Imam mengakui Imam Ghazali dan kitabnya Ihya, kitab itu tak merujuk orang untuk masuk neraka, namun mengajak orang masuk ke dalam sorga, mengenai hadita haditsnya yg mungkin banyak ditentang, bisa saja jika yg menentang itu tak tahu sanad imam ghazali dalam haditsnya itu, karena ia sangat banyak hafal hadits, dan salah satu kekurangan Imam Ghazali adalah tak mencantumkan sanad jika menulis hadits,
barangkali di zamannya masih banyak para hujjatul islam, namun semakin bertambah zaman maka orang banyak tak lagi mengenal hadits, maka mengatakan hadits itu munkar, karena ia sudah tak tahu sanadnya,
sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal yg hafal 1 juta hadits dg sanad dan hukum matannya, namun Imam Ahmad hanya mampu menuliskan sekitar 20 ribu hadits saja, maka 980.000 hadits lainnya hilang dengan wafatnya Imam Ahmad,
demikian pula Imam Bukhari yg hafal 600 ribu hadits dengan sanad dan hukum matannya, sedangkan Imam Bukhari hanya mampu menuliskan sekitar 7000 hadits pada shahihnya, lalu kemana 593.000 hadits lainnya..??, hilang dengan wafatnya Imam Bukhari,

maka muncullah Ihya ulmuddin yg tak menuliskan sanad haditsnya, maka orang orang yg tak menemukan sanadnya tentunya tak mengenal hadits itu, namun sebagian besar para hujjatul Islam mengakui kebenaran Ghazali.[mm]
Advertisement

Advertisement