Kamis, 17 Agustus 2017

Inilah Negara-negara yang Pertama Kali Akui Kemerdekaan Indonesia

MusliModerat.net - Sejarah kemerdekaan Indonesia merupakan kisah panjang perjuangan hingga akhirnya buah manis bisa dipetik melalui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 lalu. Pada tahun ini, Indonesia karena itu akan memperingati HUT Kemerdekaan yang ke-72.
Kemerdekaan merupakan dasar penting bagi sebuah negara untuk bisa berdiri sendiri tanpa ada intervensi negara dan pihak lain. Melalui kemerdekaan, kedaulatan pula menjadi bagiannya.
Pada sejarah negara-negara, kemerdekaan juga membutuhkan pengakuan. Hal itu tergambar dalam dokumen sejarah yang dicatat. Termasuk dengan Indonesia. Usai mendeklarasikan kemerdekaan, posisi Indonesia semakin kuat dengan adanya negara-negara yang mendukung kemerdekaan tersebut.
Setelah proklamasi kemerdekaan, dicatat bahwa negara-negara Timur Tengah termasuk yang pertama kali mengakui posisi Indonesia sebagai negara merdeka.

Sebagaimana dimuat dalam buku “Indonesia, Islam and Democracy” yang ditulis oleh pakar Azyumardi Azra, disebutkan bahwa pertama kali, kemerdekaan Indonesia diakui dan didukung oleh Mesir dan Arab Saudi. Diketahui bahwa Indonesia juga sudah menjadi negara dengan populasi terbesarnya warga beragama Islam.

Rekam jejak sejarah ini yang dinilai membuat Indonesia hingga saat ini sangat memperhatikan kondisi Timur Tengah termasuk soal perjuangan kemerdekaan Palestina. Selain juga karena adanya mandat menentang penjajahan yang termaktub dalam Konstitusi NKRI.

Negara Mesir secara de facto mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 Maret 1946. Kemudian pada tanggal 10 Juni 1947, Mesir mengakui kedaulatan negara RI secara de jure. Hal ini ditandai dengan ditanda-tanganinya secara resmi perjanjian persahabatan antara Indonesia dan Mesir. Kemudian berhubungan dengan perjanjian persahabatan tersebut, pemerintah NKRI mendirikan Kedutaan RI pertama di luar negeri. Kemudian secara berturut-turut negara-negara di Timur tengah atau Liga Arab memberikan dukungan dan pengakuan secara de jure terhadap kemerdekaan Negara Indonesia. Kenyataan ini seperti yang diungkapkan oleh A.H. Nasution berikut ini : 

"Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi Arabia, Jemen,memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan Iran Turkimendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial". 

Sementara itu negara Palestina justeru secara de facto mengakui RI sebagai negara yang merdeka setahun sebelum kemerdekaan RI yang sebenarnya, yaitu tepatnya pada tanggal 6 September 1944. Pengakuan tersebut disebarluaskan ke seluruh dunia Islam oleh seorang mufti besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini. Pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia ini bertepatan dengan janji-janji yang dikeluarkan oleh Jenderal Kuniaki Koiso (P. M. Jepang) terhadap kemerdekaan negara indonesia. 
Advertisement

Advertisement