Jumat, 18 Agustus 2017

Indonesia 72 Tahun, Dusun di Sulbar Masih Belum 'Merdeka'

MusliModerat.net - Sudah 72 tahun Indonesia merdeka, namun banyak di sudut wilayah yang masih belum 'merdeka' alias tertinggal. Salah satunya dusun-dusun di Sulawesi Barat. Bahkan di provinsi hasil pemekaran Sulawesi Selatan ini, listrik belum masuk ke banyak dusun.

Karena itu, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar memprogramkan listrik masuk ke wilayah dusun di Provinsi Sulbar. Dia berjanji, listrik masuk dusun paling lambat dua tahun ke depan.

"Dua tahun ke depan listrik sudah masuk dusun di seluruh wilayah Sulbar ini untuk mendukung program pembangunan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat." kata Gubernur Sulbar di Mamuju, Kamis (17/8) dikutip Antara.
Ia mengatakan, selain listrik, pemerintah daerah juga akan memperhatikan sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan akses jalan. Sehingga, tidak akan ada lagi anak-anak yang tidak sekolah dengan alasan biaya, tidak akan ada lagi orang sakit yang tidak ke rumah sakit atau puskesmas dengan alasan biaya, serta tidak akan ada lagi jalan yang tidak beraspal.

"Semuanya harus tuntas satu sampai dua tahun ke depan, karena inilah yang kita inginkan dalam pekerjaan kita," katanya.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun di Sulbar yang bertemakan 'Ayo bekerja bersama wujudkan Provinsi Sulbar yang maju dan Malaqbi mesti dijadikan momentum semakin membangun daerah'.

"Pemerintah mesti melaksanakan pembangunan dengan sungguh-sungguh dan makna kemerdekaan berarti harus tetap bekerja dan cerdas dalam berbuat sesuatu," kataya.

Menurut dia, sektor pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan, kesehatan, listrik, dan perbaikan jalan mesti diutamakan untuk terus dibangun.
Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov Sulbar akan segera melakukan penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) pada akhir bulan ini, dan akan menghadirkan orang-orang terbaik Sulbar dari universitas, di antaranya Universitas Mulawarman, Rektor Unhas, Rektor Unsulbar, dan Rektor Universitas Tadulako untuk bersama membangun Sulbar.

"Semuanya akan hadir di sini untuk memberikan kontribusi dan pemikiran terbaik mereka untuk Sulbar yang lebih maju dan Malaqbi," ujarnya. (osc/cnnindonesia)

Advertisement

Advertisement