Heboh Video ‘Bentrok Sesama Banser’, Ternyata Cuma Hoax yang Dibuat Sumbu Pendek

MusliModerat.net - Sebuah video berjudul Bentrok Sesama Banser menghebohkan media sosial beberapa hari belakangan. Pasalnya, dalam video disebutkan bahwa bentrok terjadi karena berebut nasi bungkus.
“Breaking News. Banser saling serang seperti gak kebagian nasi bungkus,” tulisan dibagian bawah video, dilansir jpnn.com.
Tak sedikit netizen pengguna Facebook yang membagikan video tersebut. Salah satunya adalah pemilik akun Al Barkah dalam sebuah grup bernama Bukan Berandan Jkw-Ahok. Al Barkah juga menambahkan caption bernada provokatif pada video tersebut hingga akhirnya viral.
“Breaking h*t!!! Team banser bentrok gara-gara rebutan nasi bungkus!!! Menegangkan dan kasihan sekali…” tulis Al Barkah.
Alhasil, postingan Al Barkah ini menjadi perhatian netizen. Mereka yang percaya terjadi bentrok sesama Banser menanggapi postingan tersebut dengan komentar miring.
Namun, ada pula yang menganggap bahawa video tersbut hanyalah fitnah untuk menjatuhkan Banser. Selain itu, netizen juga beberapa kali membagikan video ini ke grup atau halaman Facebook.
Dilansir jpnn.com, ternyata video yang diunggah oleh Al Barkah tersebut merupakan video asli. Namun, teks video tersebut telah diubah dan disebarkan untuk memprovokasi.
Pasalnya, video ini merupakan video lama Banser. Bentrok yang terjadi pun bukan disebabkan oleh nasi bungkus, melainkan sebuah simulasi untuk melatih kekompakan anggota.
“Ini kejadian lama. Bentrok yang ada dalam video itu hanyalah simulasi,” ungkap Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Minggu (6/8/2017), dilansir jpnn.com
Yaqut menuturkan, adegan bentrok dalam video tersebut sebenarnya merupakan rangkaian diklatsar Banser Temenggung yang dilaksanakan pada 29 Maret hingga 1 April 2017.
“Itu rangkaian pembaretan di Temanggung. Adegan dalam video itu merupakan penutupan diklatsar ke-15,” lanjutnya.
Menurutnya, video tersebut merupakan sebuah simulasi untuk mempererat kekompakan Banser. Salah satu regu diminta untuk mencari anggotanya yang hilang, sementara regu lainnya diminta untuk mempertahankan regunya.
Bahkan, dalam video juga terpampang dengan jelas sejumlah orang yang terlibat bentrok menggunakan baju bertuliskan “Pelatih”.
Selain itu, panitia sebenarnya telah memerintahkan agar video tersebut tak diunggah ke media sosial. Namun, ada beberapa yang mengunggahnya dan dimanipulasi untuk dijadikan hoax.


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: