Sabtu, 19 Agustus 2017

GP Ansor Dukung Penutupan “Pesantren” yang Membakar Umbul-umbul Merah Putih

MusliModerat.net - Terkait pembakaran umbul-umbul merah putih yang diduga dilakukan pengurus “Pesantren” Ibnu Masud, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Rabu 16 Agustus 2017 malam, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor NU menegaskan:
1. Mengecam tindakan pembakaran umbul-umbul merah putih di hari kemerdekaan Indonesia, ini penghinaan dan provokasi yang hanya layak dilakukan oleh penjajah, karena negeri ini merdeka oleh darah pejuang, syuhada khususnya para kyai dan umat Islam, dan sangat kontradiktif kalau ada lembaga menamakan “pesantren” yang merupakan simbol pendidikan Islam, tapi melakukan pengkhianatan pada kemerdekaan negeri ini.
2. Mengapresiasi aparat dan warga di lingkungan di sana yang cepat dan tanggap melakukan tuntutan dan mediasi dengan cara-cara dalam koridor hukum dan demokratis dan mendukung penutupan “Pesantren Ibnu Masud” yang telah mencemari nama baik pesantren di Indonesia yang pernah digrebek Densus 88 terkait informasi keterlibat jaringannya dengan peristiwa Bom Thamrin.
3. Mengajak warga Indonesia khususnya umat Islam untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang mudah menggunakan klem-klem keagamaan apalagi terkait nama pesantren yang digunakan untuk agenda radikalisme yg bisa merongrong keutuhan dan persatuan bangsa ini.
4. Mengajak kepada seluruh warga bangsa bersama sama menjaga persatuan dan keutuhan bangsa dengan menolak cara-cara radikalisme dan terorisme dalam memperjuangkan keyakinannya karena bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama dan kemanusiaan.
5. Karena Kita ini sama, sama sebagai bangsa Indonesia, sama sebagai warga negara Indonesia maka kita harus menghormati lambang-lambang negara kita karena lambang negara adalah martabat kita sebagai bangsa.
H. Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut)
Ketum PP GP Ansor/Panglima Tertinggi Banser
Advertisement

Advertisement