Senin, 21 Agustus 2017

Dunia Sumbu Pendek Geger Lagi, Patung Kartini di Monas Dianggap Beraksara Cina, Padahal ini Faktanya

MusliModerat.net - Jakarta – Baru-baru ini beredar sebuah foto di media sosial Facebook dimana foto tersebut kini menjadi perdebatan para netizen Dunia Sumbu pendek. Pasalnya dalam foto tersebut terdapat sebuah patung R.A. Kartini yang berada di Monumen Nasional (Monas) jakarta.
Heboh "Aksara Cina" di Patung Kartini di Monas
Heboh “Aksara Cina” di Patung Kartini di Monas
Menurut netizen yang melihat foto tersebut, terdapat sebuah tulusan yang menggunakan ‘Aksara Cina’ dibagian bawah patung. Kabar tersebut disebarkan secara luas dan mendapat komentar yang beragam dari netizen.
Namun sayangnya ada beberapa komentar negatif yang ditujukan untuk foto patung tersebut. Kebanyakan netizen berkomentar tentang penggunaan tulusan yang dianggap Aksara Cina itu.
“Sampai segitu mah mereka mendikte kita…bangkit Indonesiaku! Aksara Jawa lebih pantas,” tulis akun Ali Gunawan.
“Bagaimana pemerintah ? Mengapa tidak pakai bahasa Indonesia ? Hapus tu tulisan..”tulis akun Eddy Abdullah.
“Aku sebagai orang jawa RA Kartini pahlawan dari Jawa menggunakan bahasa Jawa lebih kalo kaya merasa dikesampingkan, owi lebih mementingkan asing dan asing,” tulis akun Ags Riyanto.

Fakta Sebenarnya
 Hati-hati provokasi. Beredar isu di forum-forum online tentang patung RA Kartini di Monas beraksara asing. Padahal, faktanya mengejutkan.

Isu patung RA Kartini beraksara asing diduga ingin memancing sentimen SARA. Faktanya memang patung tersebut memiliki tulisan kanji Jepang, tapi sama sekali bukan bentuk infiltrasi budaya asing.

Dalam penelusuran kami, Rabu (16/8/2017) Patung RA Kartini itu adalah pemberian dari Jepang sebagai lambang persahabatan dengan Indonesia. Patung ini diserahkan pada 20 Desember 2005 oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yutaka Himura kepada Gubernur Jakarta Sutiyoso.

Patung tersebut menggambarkan 3 pose Kartini yang berbeda yaitu sedang berjalan, menyusui, dan menari. Patung yang terbuat dari tembaga itu berdiri di lahan seluas 7x48 meter persegi, dengan tatakan patung berukuran 7x3,25 meter persegi.

Patung Kartini pertama setinggi 1,40 meter, sementara yang kedua setinggi 1,37 meter. Salah satu alasan patung tersebut ditaruh di sisi timur Monas, karena kawasan tersebut dikunjungi banyak warga dan wisatawan karena dekat dengan Stasiun Gambir.

Aksara kanji ini sepatutnya dimaknai sebagai kekaguman bangsa Jepang terhadap pahlawan Indonesia. Kita jangan mau kalah dengan Jepang untuk menghargai jasa RA Kartini. Nah, melihat hal-hal semacam ini, kita memang mesti panjang berpikir, bukan berpendek pikir atau bersumbu pendek.
(mm)
Advertisement

Advertisement