Kamis, 03 Agustus 2017

Dilaporkannya Waketum Gerindra ke Polisi, Peringatan bagi Penyebar Hoax Isu PKI!

MusliModerat.net - Pengurus organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur melaporkan Wakil Ketua Umum Gerindra FX Arief Pouyono ke Mapolda Jatim pada hari Rabu (2/8/2017)

Ia dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan melalui media elektronik sebagaimana pasal 156 KUHP dan pasal 45A UU ITE. Arief dilaporkan karena pernyataannya di sejumlah media elektronik dimana ia menyamakan PDIP dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). (Sumber)
Pernyataan tersebut ia lontarkan ketika wakil ketua umum partai yang menempati peringkat ketiga pada Pileg 2014 menanggapi ucapan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang mengkritik Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh yang menolak penetapan presidential thershold sebesar 20 hingga 25 persen.
“Tetapi yang menyetujui UU Pemilu tersebut kurang waras dan melanggar hak konstitusi para pemilih pemula dan menganggap rakyat bodoh hanya demi memulai sebuah rencana kecurangan dalam Pemilu 2019.”
“Jika yang dijadikan dasar PT 20 persen adalah hasil dari perolehan suara dan kursi di DPR RI pada Pemilu 2014, artinya pemilih pemula pada Pemilu 2019 kehilangan hak konstitusinya mengusung seorang calon presiden.”
“Karena mereka pada 2014 belum bisa memberikan suaranya sebagai dasar PT 20 persen untuk mengusung capres-cawapres pada Pemilu 2019.”
“Dan kurang sampai otaknya mikir tentang sebuah arti hak konstitusi warga negara dalam negara yang berdemokrasi. Jadi wajar saja kalau PDIP sering disamakan dengan PKI habis sering buat lawak politik dan nipu rakyat sih.” (Sumber)
Ucapan yang dilontarkan Arief ternyata membuat kader-kader PDIP tersinggung dan membuat ia dilaporkan ke Mapolda Jatim oleh salah satu organisasi sayap partai berlambang banteng tersebut.
Alhasil karena dilaporkan oleh kader PDIP dan juga dikecam oleh banyak pihak, Arief pun menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan bahwa dia tidak bermaksud mengatakan seperti itu dan menyatakan bahwa PDIP adalah partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan berlandaskan Pancasila dan bekerja serta memperjuangkan rakyat Indonesia untuk kemakmuran bangsa dan negara.

Gambar tersebut adalah surat permohonan maaf dari Arief yang ditujukan kepada Megawati dan kader PDIP secara keseluruhan. Namun saya menilai bahwa surat yang ditulisnya seperti sebuah surat yang ditulis anak SD. Surat pernyataan yang ia tulis tidak memperhatikan penulisan berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Seperti “negara Demokrasi” dan kata-kata setelah tanda baca koma yang ditulis dengan huruf kapital pada awal kalimat.
Yah, mungkin beliau sedang panik dia dilaporkan ke pihak kepolisian oleh pihak yang tersinggung dengan ucapannya yang tidak berdasar dan hanya fitnah semata. Tidak menutup kemungkinan bahwa bukan cuma Arief yang bisa tersandung kasus seperti ini.
Kita tahu bahwa di media sosial saat ini sudah semakin banyak akun-akun palsu beredar. Selain banyaknya akun palsu, banyak juga informasi-informasi hoax dan juga gambar-gambar yang bersifat menghina tersaji di media sosial.
Fitnah yang mengatakan bahwa Jokowi adalah keturunan PKI adalah salah satu yang paling banyak beredar. Dan parahnya, banyak yang percaya bahwa itu benar. Dan sampai-sampai mengatakan jika hal tersebut tidak benar, maka harus segera dilakukan tes DNA. Maksudnya apa? Apakah paham atau ideologi yang dianut seorang ayah dapat menurun secara genetis kepada anaknya?
Dilaporkannya Arief Pouyono ke polisi menjadi peringatan bagi siapa saja yang suka menyebarkan isu PKI ke masyarkat. Tahu pepatah fitnah lebih kejam dari pembunuhan kan? Oleh karena itu, tahan diri untuk tidak memfitnah Jokowi. Apalagi Jokowi sedang berusaha membangun infrastruktur di seluruh Indonesia dengan jargon “Kerja, Kerja, Kerja!” nya.
Selama ini Jokowi hanya pasif menghadapi banyaknya hoax yang mengatakan bahwa ayahnya adalah tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI). Jokowi tidak pernah mengadakan konfrensi pers bahwa ia telah didzolimi oleh masyarakatnya sambil menangis depan media. Ia juga tidak pernah membuat album kala menjabat, karena ia tahu yang ia bisa lakukan hanya kerja, kerja, dan kerja.
Mengenai isu PKI, saya sudah pernah membantahnya dan itu hanyalah hoax yang tidak berdasar dan hanya ingin menjatuhkan nama baik Jokowi.
Menggunakan isu PKI untuk menyerang Jokowi hanyalah aksi yang sia-sia dan tidak akan menjatuhkan citra Jokowi yang tahunya hanya kerja. Sedangkan kalian cuma bisa nyinyir di media sosial. Hati-hati sekarang yah, jangan sampai tercyduk karena menghembuskan fitnah PKI kepada Jokowi.
Advertisement

Advertisement