Minggu, 27 Agustus 2017

Dijaga Para Wali, NU Tetap Kokoh Berdiri

MusliModerat.net - Keberadaan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan seharusnya sudah bubar sejak lama dari Indonesia. Namun hal ini tidak terjadi lantaran organisasi yang berdiri sejak tahun 1926 ini selalu dijaga oleh para wali Allah. Sehingga keberadaanya masih kokoh hingga saat ini.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur H Rubaidi dalam acara Manaqib Kubra dan Halaqah Kebangsaan yang diadakan MWC-NU Arjosari, di Pesantren Roudhoh Al Hikam, Mangunharjo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Sabtu (26/8). 

"Kalau diukur secara rasional, secara ilmiah,  sebagai organisasi kemasyarakatan dan keislaman seharusnya NU sudah bubar sejak lama. Mengapa demikian,  karena banyak para pihak di luar NU, organisasi-organisasi keislaman yang ada di Indonesia sejak dulu ingin membunuh, ingin mematikan NU agar tidak berkembang di tanah air Indonesia," katanya. 

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama bukan merupakan organisasi sembarangan. NU didirikan oleh para ulama, para Kiai yang memiliki keistimewaan dan karomah.Pendiri NU adalah para ulama yang memiliki kapasitas keilmuan luhur dan juga kesalehan mulia. 

Para pendiri ini mewariskan bacaan-bacaan dan wirid tertentu yang biasa diamalkan oleh warga NU. Sehingga NU mendapatkan barokah darinya. Andai saja NU tidak dijaga oleh para wali Allah. Mungkin saat ini NU tidak lagi eksis dan tidak diikuti oleh mayoritas warga Muslim Indonesia.

"Ini yang menjadikan Nahdlatul ulama dari dulu sampai sekarang ini menjadi organisasi yang tidak pernah bisa dikalahkan," ucapnya.

Namun demikian, ia berpesan agar warga NU tidak boleh terlena dengan jumlah warganya yang mencapai 94 juta orang itu. Ia mengajak para pengurus NU agar bisa menjalankan organisasi dengan penuh profesional.

"Kita memilik agenda besar 2026, masih 9 tahun lagi NU harus menjadi organisasi yang betul-betul profesional. Salah satu ukuran profesional yaitu harus bisa mandiri yang secara pendanaan," tandasnya.

Acara diisi dengan Tahtimul Quran oleh Muslimat NU Arjosari. Dilanjut pembacaan manaqib Sultanul Aulia Syekh Abdul Qadir Jailani, pemberian ijazah Istighotsah Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari dan ditutup dengan doa.

Tampak hadir dalam acara ini, Katib Syuriyah PBNU KH Luqman Haris Dimyathi, Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud, para Kiai seperti KH Burhanudin HB, KH Hammad Al Alim, Kiai Syaifuddin, dan Kiai Sardi. Tampak pula Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo dan Camat Arjosari Ahmad Taufan. (Zaenal Faizin/Fathoni/NU Online)
Advertisement

Advertisement