Sabtu, 19 Agustus 2017

BPOM Surabaya Sebut Video Garam Campur Beling di Media Sosial Hoaks

MusliModerat.net - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya menyebut, video garam bercampur pecahan kaca atau beling yang tersebar di media sosial adalah hoaks.

Kepala BPOM Surabaya, Hardaningsih, Jumat (18/8/2017) mengatakan, hasil riset BPOM terhadap 6 merek garam membuktikan bahwa garam larut sempurna dalam air dan tidak ditemukan partikel kaca.

Dari enam merek produk garam yang diuji seperti merek Ibu Bijak, Cap S, 2 Anak Pintar, Kerapan Sapi, dan Cap Gajah, beberapa di antaranya sama dengan merek garam yang tersebar di media sosial.


Begitu juga pada uji mutu yang dilakukan, 6 merek garam kitu semuanya memenuhi syarat, baik kadar yodium, garam NACL, dan air.

Hardiningsih mengatakan, uji kadar garam yang tersebar di media sosial dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi.

"Jika garamnya seperempat kilo dan airnya setengah gelas, jelas itu tidak masuk akal, karena garam memiliki tingkat kejenuhan," jelasnya.

Oleh karena itu, dia memastikan bahwa video uji kadar garam yang tersebar di media sosial beberapa waktu terakhir adalah hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.


"Ini jelas sangat merugikan produsen dan konsumen garam di dalam negeri," terangnya.

Sebelumnya, video warga yang menemukan garam yodium kemasan yang bercampur dengan butiran yang diduga pecahan kaca tersebar di media sosial. Akun Mahendra Jaya di YouTube mengunggah video tersebut pada 12 Agustus 2017.

Dalam video itu, seorang perempuan menunjukkan beberapa butiran beling setelah melarutkan garam ke dalam air kemudian menyaringnya menggunakan kain berwarna hitam.


Menurut penuturan pengunggah, video tersebut ia dapatkan dari sebuah akun di Facebook. Dia pun meminta pihak terkait untuk menindaklanjuti kebenaran dari informasi tersebut agar masyarakat tidak menjadi bingung.

Video serupa dengan merek garam yang berbeda juga beredar di media sosial. Akun Mentek Pedia di YouTube menggunggah video seorang warga yang sedang melarutkan garam dari kemasan bergambar ikan kemudian menyaringnya.[kompas.com]
Advertisement

Advertisement