Sabtu, 05 Agustus 2017

Arab Saudi Izinkan Wanita Pakai Bikini di Pantai, Sunnah ataukah Bid'ah?

MusliModerat.net - Riyadh - Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan wanita menggunakan bikini di pantai. Kebijakan ini dalam rangka meningkatkan ekonomi pariwisatanya.

Arab Saudi merupakan negara yang sangat ketat aturannya terhadap wanita. Mereka mengharuskan wanita menggunakan pakaian yang tertutup, tidak boleh mengemudi, serta kalau keluar rumah harus ada pendamping. Bahkan beberapa waktu lalu seorang gadis ditangkap karena mengenakan rok mini di sebuah desa.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, seperti Telegraph dan The Sun Jumat (4/8/2017) Pangeran Arab Saudi, Muhammed bin Salman mengumumkan undang-undang mengenai perempuan memakai bikini. Undang-undang ini berlaku di proyek resort mewah yang akan di bangun di pantai di kawasan Laut Merah.

Muhammed bin Salman, pangeran yang baru dilantik bulan Juni lalu menginginkan Arab Saudi tidak hanya bergantung pada sektor minyak. Namun dia juga ingin ada pembaruan untuk meningkatkan ekonomi Arab Saudi melalui jalur wisata. Langkah pertamanya adalah membangun resort mewah di Laut Merah.

Proyek resort mewah ini akan dimulai pada tahun 2019, dengan tahap pertama ditargetkan akan selesai pada tahun 2022. Dia juga akan merancang undang-undang untuk aturan di bangunan resort, serta aturan diperbolehkannya wanita bersantai di pantai menggunakan bikini.

Pemerintah Arab Saudi ternyata tidak main-main dengan rencananya. Tidak hanya sekedar resort mewah, namun pemerintah juga merancang dimana traveler nantinya bisa melakukan aktivitas outdoor yang menyenangkan, seperti terjun payung, trekking, dan panjat tebing di Arab Saudi.

Selain itu, pengunjung juga bisa berkunjung ke kawasan satwa langka seperti macan tutul dan burung elang. Traveler juga bisa melihat reruntuhan kuno Mada'in Saleh, sebuah situs cagar budaya UNESCO yang berada di Arab Saudi. Satu hal lagi, traveler tidak memerlukan visa bila ingin berkunjung ke Arab Saudi.

Nah, biasanya Saudi menghukumi suatu permasalahan dengan Hukum Sunnah dan Bid'ah saja, kalau masalah ini Bid'ah atau Sunnah ya menurut Ulama Saudi?

Advertisement

Advertisement