Kenapa Bangsa Kita Diarahkan Jadi Bangsa Pekerja, Bukan Pengelola?

Dishare dari Tulisan Ustad Abdi Kurnia Djohan

MusliModerat.net - Bahwa bangsa ini diarahkan untuk menjadi bangsa pekerja, itu sudah bisa dilihat dari pola belajar yang diterima anak-anak bangsa ini sejak SD sampai SMA. Setiap hari mereka dibebani tugas mengisi LKS tanpa diberi kesempatan untuk berimajinasi tentang pengetahuan yang mereka dapatkan dari guru-guru mereka.

Tidak sampai di situ. Sesampainya di rumah, mereka dibebani lagi dengan harapan-harapan dari orang tua mereka agar bisa meraih ranking kelas dan nilai UN gemilang. Tujuannya tidaklah adalah supaya nanti mudah diterima di sekolah lanjutan favorit. Dan dari situ bisa diterima di PTN bergengsi. Agar lulus sarjana nanti bisa diterima bekerja entah sebagai PNS, BUMN kelas wahid atau Instansi swasta terkemuka.
Mendapat pekerjaan yang bergengsi dan pendapatan yang besar itulah akhir dari perjalanan proses belajar bangsa ini.

Bandingkan dengan anak-anak pelajar di Amerika dan Eropa. Sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga SMA, tidak membebani mereka tugas-tugas PR yang banyak. Setiap hari anak-anak dirangsang kreativitasnya dan keberanian mentalnya. Pelajaran yang diutamakan bukanlah pandai menghitung bangun datar--bukan bumi datar lho. Tapi, membaca, menulis dan public speaking.
Terlihat sepele memang. Tapi ketiga pelajaran itu mengoptimalkan kepekaan hati, kecermatan dan keberanian mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan. Karena itu, kita lihat bagaimana anak-anak usia kelas 3 SD di Inggris berani berbicara mengemukakan pendapat di muka umum. Terlepas dari yang disampaikannya itu benar atau salah, intinya mereka punya keberanian mengungkapkan gagasan.

Membaca, menulis dan berbicara di muka umum, terbukti memancing kreativitas berpikir. Karena itu, kebanyakan anak-anak pelajar di Amerika dan Eropa tidak terbebani oleh tuntutan harus bekerja ini atau itu selepas lulus dari sekolah. Mereka umumnya mengerti tentang apa yang harus mereka lakukan.
Generasi seperti pendiri Apple, Microsoft, Yahoo, Google, Facebook, Twitter, Youtube dan jaringan pendiri medsos lainya adalah contoh dari generasi kreatif itu.

Bangsa Barat memang pekerja keras tapi mereka bukanlah bangsa pekerja dalam maknanya sebagai kuli. Pendidikan yang mengutamakan kreativitas telah membentuk mereka sebagai bangsa manager (pengelola). Maka dari itu, ke mana saja mereka bekerja pasti selalu diapresiasi dengan sangat baik.


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: