Jumat, 21 Juli 2017

Jika Masih Ngeyel Bela HTI, Anda Kesiangan Bung !! Ayo Melek

MusliModerat.net - Kalau anda ingin membela HTI dengan alasan membela demokrasi, Anda kesiangan bung !. HTI sendiri menolak demokrasi dan menyebutnya sistem kufur. Jangan berikan cara demokratis kepada orang yang mencela demokrasi, walau Perppu ini sendiri lahir dan sah di negara demokrasi.
Anda mau membela HTI karena menganggap mereka bukan gerakan makar, Anda kesiangan bung !. Pada November 2012 tokoh mereka Arief B Iskandar menyatakan bahwa selama bughot “jihad” di Suriah, tidak kurang dari 3000 syabab HT telah tewas. Itu 2012 lho, entah sudah berapa ribu kader mereka yang modar di tahun 2017 ini.
Pada 2013, Juru Bicara HTI Ismail Yusanto mengakui Hizbut Tahrir pernah mengikuti sumpah setia dengan banyak kelompok “mujahidin” yang ada di Suriah, termasuk dengan Jabhat Nushrah. WTF! Al Nusra cabang Al-Qaeda yang dulu nangkring di Golan dan sering mendapat perawatan medis dari militer Israel itu ? (diakui sendiri oleh media-media Israel).
Kalau anda ingin mengatakan HTI tidak sama dengan HT di Suriah, maka Anda kesiangan bung !. HTI adalah cabang Hizbut Tahrir Internasional, yang sudah diblacklist di banyak negara. Website HTI sendiri telah memposting seruan resmi pada militer untuk mengambil alih pemerintahan NKRI untuk menegakkan Khilafah. Memang terdengar konyol bagi kita yang waras, tapi tidak bagi mereka yang kekonyolan adalah rutinitas harian.
Di negara yang damai saja mereka berani mengeluarkan statemen provokatif seperti itu, lalu mereka masih bertanya apa bukti HTI mendukung makar ?. Ini sama bodohnya seperti orang yang saban hari berteriak mengkafirkan demokrasi, mentaghutkan Pancasila, dan ingin mengganti ideologi negara dengan Khilafah, lalu masih bertanya, “apa buktinya kami anti Pancasila ?”.
Cih, bagi saya itu sama saja dengan Maria Ozawa yang bertanya, “apa buktinya saya sudah tidak perawan ?”. Padahal ia setiap hari mempertontonkan adegan mesumnya ke semua orang (termasuk saya).
Ingat, setidaknya sudah 20-an negara di dunia yang melarang Hizbut Tahrir bercokol di negara mereka, dan mayoritasnya negara muslim, termasuk Arab Saudi, Turki, Mesir, Jordania, Suriah, Libya dan terakhir Malaysia. Jadi kalau anda mau bilang pelarangan HTI sama dengan diktatorisme anti Islam, maka lagi-lagi Anda kesiangan bung !. HTI bahkan dianggap parasit di banyak negara Muslim.
Anda bisa jadi muslim yang baik tanpa harus menjadi HTI. NU dan MUI sudah resmi mendukung wacana pembubaran HTI sejak kemarin-kemarin. Jadi daripada anda masih berkutat dengan wacana membela HTI, sebaiknya anda bangun, gosok gigi dan sadarkan diri dari utopia anda.
Anda lahir, besar, makan, tidur, sekolah dan berak di Indonesia, lalu hari ini berlagak membela ormas yang lahir nun jauh disana dan sejak brojol 64 tahun lalu pun belum mampu mendirikan negara Khilafah sendiri walau sejengkal, dan hanya menjadi parasit dimana mereka berada.
Makanya jangan kesiangan mulu bung !
Dishare dari Ahmed Zain Oul Mottaqin
Advertisement

Advertisement