Jangan Gunakan Kas Masjid anda Untuk Bayar Buletin HTI ini

MusliModerat.net - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memiliki beberapa media, baik media online, televisi, radio dan media cetak. Media cetak HTI terdiri dari tabloid Media Umat, majalah Al Wa'ei, buletin Jum'at Al Islam dan beberapa media cetak lainnya.
AL ISLAM merupakan buletin milik HTI yang diterbitkan setiap Jum'at di jaringan HTI seluruh Indonesia. Buletin itu banyak di edarkan di masjid-masjid, bahkan anehnya masjid-masjid yang berbasis Aswaja NU pun ada yang ikut menyebarkannya.

Tidak jarang, kas masjid-masjid NU digunakan untuk membayar buletin Jum'at milik HTI itu. Entah apakah karena pengurus masjid tersebut tidak mengerti bahwa buletin Al Islam itu milik HT (bukan Aswaja), atau karena masjid-masjid tersebut sudah di susupi oleh aktifis Hizbut Tahrir Indonesia. Sangat penting bagi warga nahdliyyin untuk tidak mengalokasikan dana masjid untuk membayar / membiayai buletin non-Aswaja tersebut. Tidak ada kewajiban untuk membayar atau mengganti biaya buletin Hizbut Tahrir tersebut. Eksisnya buletin HTI karena ikut andilnya masjid-masjid berbasis Aswaja membiayai buletin mereka.
Bila ada yang mengedarkan buletin HTI di masjid-masjid berbasis Aswaja, hendaknya pengurus masjid harus mengetahui dan menerima buletin tersebut, namun jangan pernah menyebarkannya pada jama'ah masjid. Akan tetapi simpan dalam gudang masjid atau tempat penyimpanan lainnya. Sebab bila tidak diterima, HTI akan mengedarkannya di tempat-tempat lainnya.

Pada gambar diatas, dikatakan bahwa sekarang HTI sudah mampu mencetak 1,5 juta sampai 2 juta lembar buletin per-Jum'at dari yang awalnya hanya bisa mencetak 500 lembar saja.
"Buletin Al Islam pada awalnya hanya 500 Lembar, sekarang sudah (+/-) 1,5 juta - 2 juta lembar lebih per-minggu. Ingat, Al Islam ini tidak dibagikan secara gratis tapi di beli masjid-masjid dan donatur yang ingin menyebarkan Al Islam"
Kabarnya, harga perlembar buletin Jum'at HTI saat ini Rp. 250, -. Dalam satu Jum'at HTI bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 375 juta sampai Rp. 500 juta. Bila dalam satu bulan ada 4 Jum'at, maka HTI sudah mampu mengumpulkan uang sebesar 1,5 miliar sampai 2 miliar rupiah. Hal itu belum termasuk hasil dari penerbitan majalah Al Wa'ie dan tabloid Media Umat serta media-media cetak HTI lainnya.[GNU]


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: