Gentle, Ustad Syam Mengakui Kesalahan, Tidak Kabur ke Arab

Ustaz Syamsuddin Nur Makka
Copyright ©Twitter
MusliModerat.net  – Publik tengah dihebohkan dengan ceramah yang diberikan oleh Ustadz Syam di acara ‘Islam itu Indah’ tengah menjadi perbincangan publik. Tausiah yang menjadi pembahasan netter adalah mengenai nikmat di surga.
Program acara tausiah yang tayang setiap hari di Trans TV itu memang selalu menghadirkan Ustaz Syamsuddin Nur Makka. Ia selalu menyampaikan tausiah mengenai berbagai hal mengenai Islam.
Namun kali ini ia justru sedang bermasalah dengan salah satu kalimat ceramah yang disampaikan ke publik. Masalah tersebut muncul pada siaran ‘Islam itu Indah’ pada Sabtu, 15 Juli lalu.
Ustaz asal Makassar, Sulawesi Selatan ini mengatakan hal yang kurang pantas dan dianggap melecehkan agama. Kalimat tersebut juga menjadi pembahasan sendiri dikalangan pengguna sosial media.
Dari cuplikan ceramah yang beredar menunjukkan jika Ustadz Syam menjelaskan mengenai nikmat untuk penghuni surga. Ia mengatakan jika nikmat yang akan didapat adalah “pesta s*ks” sebab nafsu itu harus dikendalikan selama hidup di dunia.
Dihadapan para jemaah yang kebanyakan wanita, ia juga  sempat meminta maaf terlebih dahulu sebelum memberikan informasinya. “Minta maaf, karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia. Inilah yang kita tahan-tahan di dunia dan kenikmatan terbesar yang diberikan Allah SWT di surga adalah pesta seks,” ungkap Ustaz.
Sontak kalimat itu langsung mendapatkan kritikan pedas dari pengguna sosial media. Kebanyakan dari mereka menyayangkan kalimat yang diucapkan terutama mengenai isi dan makna ceramahnya.
Meski begitu ada juga netter yang menganggap jika ustaz muda itu hanya kurang berhati-hati dalam menyampaikan ceramah. Tahu soal ceramahnya yang jadi kontroversial, Ustadz Syam langsung meminta maaf melalui video singkatnya.
Ustaz Syamsuddin Nur Makka
Copyright ©Twitter
“Saya Syamsuddin Nur Makka menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas kesalahan dan kekhilafan saya yang saya lakukan. Pada tayangan “Islam itu Indah” Sabtu 15 Juli 2017, di mana saya mungkin mengungkapkan kata-kata yang menyakiti para pemirsa dan jamaah, dan juga memang tidak pantas untuk saya katakan. Itu semua berasal dari kerendahan ilmu saya, saya juga masih belajar. Oleh karena itu, saya meminta pintu maafnya dibukakan sebesar-besarnya. Saya memohon maaf atas kesalahan-kesalahan saya,” ungkap sang Ustaz.


Bukan hanya meminta maaf Ustadz Syam juga tak lupa berterimakasih kepada pengguna sosial media yang sudah mengingatkan mengenai hal tersebut. Dengan hal ini maka kita bisa belajar untuk menjaga ucapan kita.
Melakukan kesalahan adalah hal wajar bagi manusia, karna bagian dr identitas kemanusiaannya.

Menanggapi dan memberi masukan bahkan kritikan juga wajar ketika seseorang secara tidak sengaja melakukan kesalahan.

Yang tidak wajar: manusia bersalah tidak tidak mau nerima saran, masukan, kritikan bahkan melakukan pembenaran dn pembelaan, apalagi mau minta maaf, bahkan ada yang melakukan kesalaha malah kabur.

Tidak wajar juga keritikan yg berlebihan yg  disertai ujaran kebencian...

Tidak wajar juga, orang yg sudah minta maaf masih dikritik habis2san dengan berbagai sindiran dsb.

bukan bermaksud membela ustadz syam, bukan pula tidak sepakat dengan kritikan.

kekhilafan ustadz syam adalah manusiawi, sebagai pembelajaran bagi kita bahwa ustadz juga manusia, kita semua ada potensi untuk salah dan lupa. 


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: