Sabtu, 29 Juli 2017

Gagal Total, Demo 287 Bela HTI Sepi Peminat


Massa aksi 287 mulai berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Aksi tersebut rencananya digelar untuk menolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat, dan digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) serta alumni aksi 212, Jumat (28/7/2017)(Kompas.com/David Oliver Purba)


MusliModerat.net - Sejumlah massa aksi unjuk rasa 287 berkumpul di halaman Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/2017).

Sekitar pukul 11.30 WIB, massa yang berkumpul tampak membawa sejumlah bendera. Jumlah massa yang berkumpul di halaman masjid tampak masih belum terlalu banyak. Sejumlah penjagaan dari petugas kepolisian tampak di sekeliling masjid.


Kapolsek Sawah Besar Kompol Ridwan mengatakan, ada 171 petugas gabungan dari Polres Jakarta Pusat, Polsek Sawah Besar, petugas Satpol PP, dan petugas dari Dinas Perhubungan yang berjaga di sekeliling area itu.


Sedikitnya jumlah personel yang diturunkan, kata Ridwan hanya untuk menjaga keamanan keamanan sekitar kawasan masjid.


"Karena di sini hanya titik kumpul saja," ujar Ridwan.


Aksi tersebut rencananya digelar untuk menolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat, dan digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) serta alumni aksi 212. Pihak kepolisian mengimbau agar massa aksi membubarkan diri pada pukul 18.00 WIB.


"Imbauannya ikuti aturan saja didalam kegiatan menyampaikan pendapat dimuka umum. Jam 18.00 WIB harus sudah pulang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, Jumat. 



Aksi 287 yang dilakukan sebagai bentuk penolakan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 sepi pengunjung.
Hal itu terlihat dari sedikitnya peserta aksi yang berkumpul di Masjid Istiqlal Jakarta yang  merupakan titik kumpul massa Aksi 287 sebelum mereka melakukan long march ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).
Berdasarkan hasil pantauan, hingga pukul 12.00 WIB, jumlah jamaah yang hendak melaksanakan Salat Jumat di Masjid terbesar se-Asia Tenggara itu tak terlalu signifikan.
Jumlah para jamaah pun tak ada yang melebar sampai ke halaman masjid.
Tidak ada bus dan mobil-mobil berpelat nomor luar Jakarta. Tidak ada pula seruan-seruan yang terdengar dari pengeras suara masjid.
Pemandangan ini tentu berbeda dibanding aksi-aksi Bela Islam sebelumnya seperti aksi bela Islam I, II, III, IV, dll.
Memang seiring aksi-aksi tersebut sering dilakukan, jumlah massanya pun semakin menurun.
Padahal sebelumnya, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif, mengklaim Aksi 287 akan diikuti oleh lima ribu orang dari berbagai wilayah dan tidak hanya dari wilayah Jabodetabek saja.
Hal ini mungkin disebabkan oleh larangan MUI untuk melakukan aksi tersebut.
MUI sendiri menyarankan untuk membawa permasalahan tersebut ke jalur hukum, bukannya ke jalan.
Meski begitu, beberapa spanduk Bertuliskan Aksi 287 yang menolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tampak terpajang di beberapa sisi Istiqlal.
Diketahui, Presidium Alumni 212 hari ini berencana menggelar Aksi 287 dengan melakukan long march dari Masjid Istiqlal Jakarta menuju Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).
Rencananya mereka akan mengawal beberapa perwakilan Ormas Islam yang akan mengajukan gugatan Judicial Review terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas. (FC)
Advertisement

Advertisement