Jumat, 14 Juli 2017

Dituduh Kriminalisasi Ulama, Faktanya Jokowi Dekat dengan Para Alim Ulama


MusliModerat.net - Sejumlah kalangan menduga kedatangan Jokowi dalam kegiatan yang digelar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) itu bakal menyulitkan para peserta yang notabene adalah ulama.

Maklum, kedatangan Jokowi selalu diatur ketat sesuai dengan prosedur standar pengamanan presiden. Terlebih, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sangat detail menjalankan tugas, termasuk mengatur tempat duduk peserta dan media peliput halaqah yang dihadiri sekitar 700 alim ulama tersebut.

Meski sudah diatur sedemikian rupa termasuk membatasi jarak dengan presiden, namun protap tersebut sepertinya tidak berlaku bagi para kiai. Lantaran di akhir acara atau tepatnya saat sesi foto, para kiai menyerbu Presiden Jokowi untuk berfoto bersama.

Melihat hal itu, Paspampres yang awalnya ingin mencegah akhirnya tidak bisa berbuat banyak. Apalagi, Jokowi terlihat tidak keberatan berfoto dengan para kiai yang merangsek naik ke panggung.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengapresiasi MDHW yang ingin menggugah komitmen para ulama dan seluruh elemen bangsa untuk menjaga NKRI dengan berdzikir. Jokowi juga mengutarakan keinginannya kepada para ulama agar bersedia menggelar dzikir bersama di depan Istana Negara. 

"Saya ingin menggelar dzikir atau istighosah di depan Istana Negera. Saya minta Majelis Dzikir Hubbul Wathon sebagai penyelenggaranya," kata Jokowi.‎ 

Padahal menurut info dari Kaum sebelah, Jokowi itu anti Islam, anti Ulama dan tukang Kriminalisasi Ulama, Faktanya Beliau Dekat dengan para Ulama[mm]
Advertisement

Advertisement