Disebut Aplikasi Paling Bahayakan Keamanan Negara, 4 Negara ini Sudah Blokir Telegram

Baca Juga

MusliModerat.net - Belum lama ini, netizen dihebohkan oleh kabar yang menyebutkan bahwa aplikasi perpesanan instan yakni Telegram, telah diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika RI. Telegram disebut-sebut sebagai aplikasi perpesanan instan yang dapat membahayakan keamanan negara.

Seperti diketahui, akses halaman web Telegram pada Jumat (14/7) lalu telah diblokir. Menurut telusuran Selular, layanan Telegram masih bisa diakses pada aplikasi mobile-nya di Android. Pemerintah juga berencana akan menghapus secara keseluruhan aplikasi tersebut jika tidak memenuhi standard operating procedure (SOP) yang diminta.
Namun, jauh sebelum Indonesia memblokir layanan web Telegram, beberapa Negara ini juga sudah memblokir layanan tersebut lebih dulu.

China

Negara yang terkenal dengan sebutan Negara Tirai Bambu ini sepertinya lebih dulu memblokir akses terhadap layanan Telegram pada Juli 2015 lalu. Alasan China memblokir layanan ini karena ketika itu sedang terjadi serangan siber secara massal terhadap operasi perusahaan Asia Pasifik di China. Selain itu, Telegram digunakan untuk berkomunikasi serta merencanakan serangan kepada pemerintah China dan Partai Komunis.
Pemerintah China diketahui telah memblokir aplikasi ini dari beberapa lokasi server yang tersebar di negara tersebut seperti Beijing, Heilongjiang, Mongolia Dalam, Shenzhen, dan Yunnan.

Rusia

Layanan Telegram turut ikut terblokir walupun di negaranya sendiri, yakni Rusia. Kala itu instansi keamanan federal Rusia (FSB) menemukan bukti bahwa adanya komunikasi antar teroris yang menggunakan layanan Telegram. Maka dari itu, pemerintah Rusia mengambil keputusan untuk memblokir akses terhadap layanan Telegram melalui penyedia jasa internet setempat.
Pemerintah Rusia juga sempat meminta seluruh data pengguna layanan Telegram, namun hal itu ditampik mentah-mentah oleh Pavel Durov selaku CEO. Durov beralasan, jika dia menyerahkan seluruh data tersebut, maka hal itu akan merusak privasi para penggunanya.

Iran

Salah satu negara yang terkenal dengan negara konflik yang tiada akhir ini rupanya juga ikut memblokir layanan ini. Layanan Telegram diblokir oleh pemerintah kota setempat pada tanggal 17 April 2017 lalu, padahal layanan tersebut belum lama diluncurkan.
Alasan pemerintah memblokir layanan ini karena berdasarkan keputusan pengadilan yang dikeluarkan untuk semua operator telepon yang beroperasi di Iran. Sama seperti pemerintah Rusia, pemerintah Iran juga meminta perangkat intelijen serta sensor penuh untuk mengontrol layanan ini kepada Pavel Durov. Tetapi, Durov bersikeras untuk tidak memberikannya.

Arab Saudi

Negara yang mayoritas beragama Islam ini juga turut serta dalam memblokir layanan perpesanan instan Telegram. Seperti diketahui, Arab Saudi telah memblokir Telegram pada Januari 2016 lalu. Namun pemerintah Arab Saudi tidak menerangkan alasan apapun tehadap pemblokiran ini.
Pada dasarnya, semua negara termasuk Indonesia menginginkan kedaulatan dan keamanan di dalam negerinya. Alasan keamanan negara inilah yang menjadi dasar diblokirnya layanan Telegram di beberapa negara tersebut.[selular.id]

Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: