Rabu, 12 Juli 2017

Beredar Kabar ISIS akan Masuk Madura, Densus 26 NU: Kita Tidak Boleh Takut

MusliModerat.net -  Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Pandji Taufiq, mengaku sudah mendengar informasi terkait masuknya ISIS ke wilayah Madura. Dia meminta seluruh pihak melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini.
Informasi yang diterima PC NU Sumenep cukup mengkhawatirkan. Madura akan dijadikan sebagai pusat pendidikan kaderisasi ISIS. Pandji mengklaim, informasi tersebut valid. “Informasi ini A1 karena langsung dari Densus 88 di kantor PC NU,” ucapnya.
Bahkan, menurut dia, beberapa pentolan ISIS juga sudah pernah datang ke kabupaten ujung timur Pulau Madura. Mereka datang ke Sumenep bukan hanya sekali. Hanya saja, Pandji tak menjelaskan lebih detail maksud kedatangan mereka.
Masih berdasarkan informasi yang diterima PC NU, Madura dipilih untuk dijadikan pusat pendidikan kader ISIS karena masyarakatnya dinilai memiliki semangat kuat. “Sehingga ketika disentuh sedikit saja fanatismenya akan langsung bangun,” sambung dia, menjelaskan.
 Isu ISIS masuk Madura juga mendapat perhatian serius dari Koordinator Pendidikan Khusus Dai Ahlussunnah Wal-Jamaah (Densus 26) Wilayah Madura, Nur Faizin.
"Kita tidak boleh takut, selagi masih ada kiai, khususnya kiai NU di Madura, ISIS tak akan bisa bangkit di Madura, karena ISIS itu bukan Islam tapi organisasi politik yang bertujuan menghancurkan citra Islam itu sendiri," jelasnya.
Ia menambahkan, Densus 26 Korwil Madura, telah melakukan langkah langkah yang tepat, yaitu penguatan pada ideologi Ahlussunnah wal-Jamaah An-Nahdliyah melalui pengajian pengajian kitab dan juga kajian ilmiyah keaswajaan.
"Ini juga sesuai arahan arahan para masyayich kemarin, seperti KH. Thoifur Ali Wafa yang memang mengamanatkan kepada kita untuk istiqomomah dalam pengajian pengajian kitab," jelasnya.
Lebih lanjut ia jelaskan koordinasi dengan aparat baik Polri maupun TNI cukup dilakukan oleh PCNU dan Ansor maupun Banser, Densus 26 Madura akan lebih fokus membentengi ideologi para pemuda dan masyarakat dari upaya upaya radikalisasi yang dilakukan oleh organisasi ekstrimis dan teroris, khususnya ISIS.[mm]
Advertisement

Advertisement