Astaga, Ustadz ini Sebut Kyai NU yang Pantas Diikuti Hanya Idrus Ramli, Luthfi Bashori dan Buya Yahya


MusliModerat.net - Seorang penceramah dari Riau, yang konon dikagumi karena ilmu haditsnya, yakni Ustadz Abdul Somad Lc, MA membuat fatwa menyesatkan tentang siapa saja yang ia anggap layak diikuti fatwanya. Ada ribuan tokoh dan ulama NU, namun dia hanya menyebut "yang secara sah" diikuti hanya tiga.

Ironisnya, tiga nama yang dia sebut justru sering menyudutkan Ketum PBNU, Mereka adalah KH Luthfi Bashori, KH Idrus Ramli dan Buya Yahya. Itu dikatakan oleh Abdul Somad saat mengisi acara Tabligh Akbar bertema "Pemuda Akhir Zaman" di Gedung Drs. Sutan Balia Universitas Riau, (Jumat, 14 April 2017).

"Dalam ritual mengikuti madzhab Syafi'i, dalam fiqih masih tetap Syafi'i, dalam akidah Asy'ari, dan dalam tasawwuf Junaid Al-Baghdadi dan tidak kena virus sekuler dan liberal," katanya. Dia kemudian berdalil, "khudz ma shofa da' ma kadar, ambil yang jernih, tinggalkan yang keruh," imbuhnya.

Dia memberi fatwa yang membuat marah warga NU karena ketiga nama di atas saling bersekutu menyerang tokoh-tokoh PBNU melalui barisan sakit hati bernama NU Garis Lurus. Padahal, situs yang dianggap paling lurus itu adalah bikinan pemuda Persatuan Islam (Persis) yang berhasil membujuk alumni-alumni pondok pesantren, untuk kemudian menyerang PBNU bersama-sama.

Kita masih ingat ketika Idrus Ramli melalui koleganya berinisial KN memulai isu tuduhan Kiai Said Aqil Siraj sebagai pengikut Syiah saat Muktamar 2015. Bahkan Idrus juga berkali-kali kena semprot kalangan nahdliyyin karena kesombongannya. Satu waktu, dia menyebut KH Hasyim Muzadi sebagai tidak mengerti agama, tidak bisa baca kitab. 

Idrus juga tidak pernah bergeming ketika dia melontarkan isu ada mursyid (tahriqah) yang dia sebut mufsid (perusak). Banyak orang menyebut, yang dimaksud Idrus adalah Habib Luthfi bin Yahya. Namanya juga menuduh, tentu dia membantah. Hanya melontar kontroversi, lalu pergi. Khas wahabi. Idrus, sebagaimana kalangan NU muda menyebutnya, adalah aswaja rasa wahabi (asrabi).

Sejalan dengan Idrus, Luthfi Bashori juga sering buat fatwa yang tidak menumbuhkan cinta warga nahdliyyin kepada NU, malah menggembosi, lalu berdalih dia mengkritik. Dia adalah pendiri situs aswajagarislurus.com, embrio nugarislurus.com, yang hampir tidak pernah berbaik sangka kepada kiai-kiai NU. Luthfi termasuk gus yang mbalelo. Oleh pegiat NU, dia masuk Daftar Tokoh Pemecah Belah NU.

Ada banyak kiai dan ulama di NU, tapi Abdul Somad hanya milih tiga nama. Dia tidak merekomendasikan KH Maimoen Zubair, Habib Luthfi bin Yahya, KH Musthofa Bisri, KH Ma'ruf Amin, KH Said Aqil Siraj, KH Marzuki Mustamar, Tuan Guru Turmudzi, dan lainnya hanya karena, kata Somad, mereka tidak dibenci kafir.

Abdul Somad pun akhirnya memberi pengertian bahwa ulama adalah yang dibenci kafir dan munafiq, "ikutilah ulama, yang dibenci kafir, yang dibenci munafiq. Hari ini yang paling dibenci kafir dan munafiq adalah Habib Rizieq," terangnya dalam video yang juga diunggah oleh Luthfi Bashori di akun Facebooknya (Senin, 05/06/2017).

Apakah ulama syarat ulama itu harus dibenci kafirin dan munafiqin? Siapakah munafiqin itu? Siapa kafirin yang dia maksud? Apakah yang disebut munafiq itu pendukung Ahok? Hingga akhirnya menerbitkan perlu aturan melarang shalat jenazahnya?[dutaislam.com/ed]


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: