Sabtu, 10 Juni 2017

Pengamat Medsos: MUI Harus Dorong Para Kiai yang "Adem" untuk Bermedia Sosial

MusliModerat.net - Pengamat media sosial Nukman Luthfie berharap Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mendorong para ulama dan tokoh agama moderat agar aktif bermedia sosial. 

Ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi maraknya penyebaran ujaran kebencian sosial dan berita bohong.

Menurut Nukman, saat ini sebagian besar masyarakat masih mempercayai informasi yang disebarkan oleh situs-situs tertentu. Situs tersebut masih belum teruji reputasi dan kompetensinya.

"Upaya blokir tidak berguna jika yang dipercaya masih media abal-abal dan materi berita yang kontennya tidak jelas. Maka internet harus dibanjiri dengan konten positif," ujar Nukman dalam diskusi "Bedah Fatwa MUI #MuamalahMedsosiah" di Jakarta, Jumat (9/6/2017).

"Saya berharap MUI mendorong agar kiai-kiai yang adem ini bermedia sosial," kata dia.

Para ulama dan tokoh agama, lanjut Nukman, juga harus berperan mengarahkan masyarakat dalam memberitahukan sumber informasi mana saja bisa dipercaya.

Menurut dia saat ini banyak situs-situs keagamaan yang mengabarkan pesan kedamaian dan layak untuk dipromosikan.

"Sekarang sudah banyak portal yang menyebarkan kedamaian, misalnya Islami.co," kata Nukman.

Nukman menjelaskan, saat ini terjadi perubahan tren penggunaan media sosial. Awalnya, masyarakat menggunakan media sosial untuk eksistensi, berteman, berbisnis dan memunculkan inisiatif sosial.

Namun, dalam perkembangannya media sosial juga dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Dia mencontohkan maraknya kampanye melalui media sosial saat Pilpres 2014.

Kemudian situasi itu semakin parah saat Pilkada DKI Jakarta 2017. Masyarakat terpolarisasi menjadi dua kelompok akibat banjir berita dan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

"Pilkada malah lebih parah setelah selesai masih ada kasus persekusi," tuturnya.


Menurut Nukman, penerbitan Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial berpotensi memperbaiki situasi tersebut.

Oleh sebab itu, sosialisasi fatwa ke seluruh lapisan masyarakat merupakan satu hal yang penting dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan.

"Saya yakin sebagian besar masyarakat masih memegang teguh fatwa MUI," ucapnya.[kompas.com]
Advertisement

Advertisement