Sabtu, 03 Juni 2017

Meneladani Nabi Yusuf, di Fitnah Berbuat Asusila, Namun tidak Lari dari Hukum

Prolog
  • Perlu kita ketahui bahwa pengajaran dan nasehat yg Allah SWT berikan kepada manusia dlam Al-Quran banyak yg disampaikan dalam bentuk kisah (cerita)
  • Al-Quran memulai kisah ttg perjalanan hidup Nabi Yusuf ‘alaihis salam dgn menegaskan bhw kisahnya adalah ahsanul qoshoshi (kisah yg terbaik) yg diwahyukan Allah kpd Nabi Muhammad SAW dlm Al-Quran.
  • Keistimewaan Kisah Nabi Yusuf dibandingkn dgn kisah para Nabi yang lain adalh penyampaian kisahnya yg utuh secara khusus dalam satu surat saja, sementara kisah para Nabi yg lain, terpencar dan diulang2 dlm berbagai diksi di surat2 yg lain.
  • Kisah Nabi Yusuf adalah kisah anak manusia yg terpilih (istimewa) menghadapi beragam ujian hidup dan sukses dan selamat dlm menempuh ujian itu hingga mendapatkan tamkin (pengokohan kedudukan/kekuasaan) dari Allah SWT.
Pd kesempatan ini, kita hanya ambil satu episode saja, yaitu episode Fitnah (ujian) CINTA atas diri Nabi Yusuf.
Ayat 22
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
(QS: Yusuf Ayat: 22)

  • Episode ini dimulai ketika Nabi Yusuf yg masih anak2 berstatus budak dibeli oleh pejabat tinggi Mesir (Perdana mentri) dan masuk ke dalam kehidupan istana. Hingga Yusuf pun tumbuh menjadi seorang pemuda (balagha asyuddah) yg dikaruniakan Allah SWT ketampanan yg sempurna sbg manusia sehingga para wanita kota (niswah fi al-Madinah) dari kalangan ningrat/bangsawan menilainya sprt ketampanan Malaikat (Malakun kariim)
  • Zulaikha yang adalah seorang wanita yg berstatus istri dari perdana mentri itu pun terpesona akan ketampanan dan kepribadian Yusuf dan dia pun jatuh cinta. Api cintanya yg menggelora melesatkan panah-panah asmara dlm bentuk godaan2 dan rayuan kpd Yusuf. Apakah Yusuf membalasnya dengn gayung bersambut?
Sama sekali tidak, Cinta Zulaikhah hanya cinta yg bertepuk sebelah tangan. Yusuf tidak memberi peluang utk menyambut cintanya dan menawan hati istri tuannya itu..
Ayat 23
وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini”. Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
(QS: Yusuf Ayat: 23)

Di ayat ke-23 dijelaskn tentang puncak usaha wanita itu dlm semangat perjuangan cintanya yg kian menggelora dan bgmn sikap Yusuf yg sbenarnya.. .
o   Zulaikha menggoda dan merayu Yusuf dlm rumahnya—demikianlah sifat wanita, akan lebih memiliki “keberanian” melakukan sesuatu jika tempat/rumah itu adalah miliknya
o   Zulaikha menutup semua pintu-pintu rumah—krn dia paham perbuatan itu sebenarnya aib besar bila diketahui orang,.. demikianlah tempat sepi dan jauh dari pandangan manusia lebih nyaman dan lebih membangkitkan “keberanian” bagi dua insan dewasa lawan jenis yg dipenuhi gelora cinta utk melakukan maksiat, itulah suasana yg diciptakan oleh Zulaikha utk menjebak Yusuf .. so, hati2 sahabat dgn facebook dan hp yg bisa menjadi “ruang sepi dan bisa utk berdua-duaan” di dunia maya..  AWAS Kholwat dan ikhtilat..
o   Zulaikha mengeluarkan jurus rayuan kata-kata manis.. Haita lak (marilah ke sini, kubersembahkan diriku untuk mu, diri ini adalah milikmu)… tentunya ini menjadi model sekian kata, syair, lagu yg mengekspresikan rayuan gelora cinta dan rindu kpd sesorang utk menundukkannya dalam gelombang cinta yg sama.. Sungguh, inilah adalah puncak ujian cinta yg dialami Yusuf As.. Beliau berhadapan dgn wanita cantik, wanita terpandang dan terhormat, istri pejabat tinggi/perdana mentri, berduaan di tempat yg sepi tanpa ada manusia lain pun yang melihat dan wanita itu datang menyerahkan cinta dan dirinya utk pemuda Yusuf… Ujian yg sekali lagi sangat besar, Rasulullah SAW mengingatkan bhw fitnah yg paling berbahaya bg laki-laki adalh wanita..
o   Yusuf sama sekali tidak bergeming dgn rayuan dan godaan itu.. Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang zalim tiada akan beruntung”.. Yusuf Ingat kepada Allah dan berlindung kepadaNya dari perbuatan maksiat dan dosa yg dirayukan oleh wanita itu… Yusuf sadar akan status wanita itu sebagai istri orang… Yusuf ingat akan kebaikan suami wanita itu yg menjadi tuan yg memelihara dan memperlakukanya dgn baik sbg pembantu di rumah itu.. Yusuf paham bahwa mengikuti ajakan Zulaikha adalah kezaliman.. Zalim adalah tidak menempatkan sesuatu pd tempatnya… tidak sesuai hukum Allah, tidak sesuai dgn kepatutan etika menjaga hubungan dgn manusia lain (suami wanita itu).. Sementara Orang yg zalim tidak akan beruntung… Nas’alullaha as-salamah wal ’afiah

Ayat 24
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.
(QS: Yusuf Ayat: 24)

  • Di ayat-24 menggambarkan godaan dan rayuan Zulaikha bukannya semakin mengendur, malah semakin kuat, semakin semangat dan berani… hampir-hampir Yusuf “terpeleset” dan “terjerembab” dlm puncak fitnah itu, seadainya dia tidak melihat tanda dari Tuhannya (burhan)… Sungguh, Allah SWT menjaga hambaNya yg ikhlas (Nabi Yusuf) dan memalingkannya dari melakukan perbuatan as-suu’ wal al-fahsya’ … Yusuf terhindar dari perbuatan al-fahsya’ (perzinahan) bahkan terlindung dari perbuatan2 yg bisa mendekatkan pd al-fahsyaa’ itu (as-suu’). … Di sinilah kita merenung, betapa pentingnya menjaga hati, tempatnya keikhlasan kepd Allah.. Allah menjaga amal kita karena kita menjaga hati kita… Allah menetapkan kesesatan pd hati manusia tatkala ada keinginan kuat utk berpaling dari jalan lurus, maka hatipun Allah condongkn kpd kesesatan (falamma zaaghuu, azaaghaLlahu quluubahum)… Nas’alullaha as-salamah wal ‘afiyah.
Ayat 25
وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُ مِنْ دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ ۚ قَالَتْ مَا جَزَاءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوءًا إِلَّا أَنْ يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: “Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?”
(QS: Yusuf Ayat: 25)

Ayat 25 bercerita bahwa Yusuf berusaha keluar secepatnya dari jebakan fitnah itu.. dia berlari dan berlari ke pintu… itulah solusinya… Zulaikha pun mengejar dan tidak membiarkan Yusuf lolos dari cengkraman cintanya.. Subhanallah… tiba di depan pintu, suami wanita itu menangkap basah peristiwa ini.. Istrinya pasang muka tak bersalah, mengadu kpd suaminya dan menjadikan Yusuf sebagai kambing hitam dan pelaku tindakan tak terpuji kepada dirinya serta menuntut Yusuf yang dihukum..
o   Demikianlah, hawa nafsu wanita yg berkobar membutakan akal dan hati… api al-hawa yg siap membakar dan mengorbankan yg ada… ada yg bilang: Wanita memiliki 99 nafsu dan 1 akal, sementara laki-laki memiliki 1 nafsu dan 99 akal, benarkah..?? J
o   Laki-laki yang paham segera bertindak cepat untuk keluar dari fitnah cinta itu, tidak menunggu waktu sampai syaitan mengeluarkan jurus2 canggihnya utk menggelincirkan, segera lari dari masalah menuju ke arah solusinya,   bukannya terus menikmati rayuan cinta dan merasa nyaman dlm hangatnya godaan cinta wanita…
o   Kebiasaan manusia yg terjebak dlm kasus dan tertangkap basah akan mencari cara utk selamatkan diri dan menimpakan kesalahan itu kepada orang lain… walaupun orang itu sebenarnya orang yg dia cinta, karena memang tidak ada pilihan lain yg bisa dijadikan kambing hitam..
o   Lihatlah bagaimana permainan sandiwara wanita itu dihadapan suaminya utk menutup aib dirinya dlm cinta yg tidak halal…

Ayat 26-27
قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِي عَنْ نَفْسِي ۚ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا إِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكَاذِبِينَ
Yusuf berkata: “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)”, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.
(QS: Yusuf Ayat: 26)

وَإِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصَّادِقِينَ
Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar”.
(QS: Yusuf Ayat: 27)

  • Ayat 26-27 mengisahkan penolakan Yusuf ats tuduhan itu dan dengan penolakan yg jelas dan tegas dan menyatakan dlm “sidang” dihadapan Sang suami dan saksi dari keluarga Zulaikha sendiri bahwa Zulaikha adalah penggoda dirinya… Pemeriksaan perkara “siapa pelaku yg menggoda dan siapa korban yg digoda” dimulai dgn penetapan teknik pembuktian perkara, yaitu posisi koyaknya baju, di bagian depan baju siapa dan di belakang baju siapa…?
o   Bagian kisah ini memberi pelajaran, Pentingnya menolak tuduhan orang dan membela diri dgn jelas dan tegas jika memang tidak bersalah sebagai bentuk tabayyun thd pihak yg berkepentingan.
o   pentingnya menegakkan keadilan dalam pemeriksaan kasus termasuk dalam penyelesaian masalah keluarga. Keadilan itu terwujud dgn hadirnya orang ketiga (orang terpilih dan adil dari keluarga istri) sebagai hakim dan pentingnya pembuktian dan prosedur pembuktiannya.. Hal ini sejalan dengan QS. An-Nisa ayat 35 yg menjelaskan ttg perlunya arbitrase pihak keluarga masing-masing dalam kasus perselisihan suami-istri..

Ayat 28
فَلَمَّا رَأَىٰ قَمِيصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ
Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar”.
(QS: Yusuf Ayat: 28)


  • Ayat 28 menyebutkan hasil sidang kasus antara Yusuf dan Zulaikha yang menyimpulkan bahwa Zulaikha-lah yg bersalah dgn bukti baju Yusuf yg terkoyak di belakang.. Zulaikha-lah yg mengejar2 Yusuf dan memaksakan kehendak kpdnya… Yusuf menolak semua godaan Zulaikhah dan lari.. Inna kaidakunna ‘adziim (sesungguhnya tipu daya kamu sangat besar).. Sungguh, cara-cara wanita yg api cintanya menggelora sangatlah “canggih” demi mewujudkan cintanya.. apalagi jika dia menganggap enteng kedudukan “lawan dan saingan serta penghalangnya” … berbagai cara dan jalan agar niat dan tekadnya terwujud… walaupun harus menghadapi tembok tinggi dan lautan api… walaupun api cinta itu membakar kebahagiaan dirinya dan orang lain… walaupun mengorbankan harga diri dan kedudukannya…walaupun melanggar syari’at, walaupun bertentangan dgn norma, etika dan tata krama…. itulah egoisme cinta…

Ayat 29
يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۚ وَاسْتَغْفِرِي لِذَنْبِكِ ۖ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخَاطِئِينَ
(Hai) Yusuf: “Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah”.
(QS: Yusuf Ayat: 29)

  • Ayat 29 menyebutkan ttg hasil lanjutan “pengadilan cinta” yg memutuskan kewajiban masing2 pihak.. Yusuf berkewajiban merahasiakan peristiwa itu utk menutup aib dan Zulaikha berkewajiban utk taubat atas kesalahannya…

Ayat 30
وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Dan wanita-wanita di kota berkata: “Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata”.
(QS: Yusuf Ayat: 30)

  • Ayat 30 menginformasikan kpd kita bahwa walau bagaimana pun kelakuan Zulaikha yg mengggoda Yusuf dirahasiakan, tetap saja hal itu diketahui orang bahkan tersebar dan dipergunjingkan para wanita bangsawan di kotanya (niswah fi al-Madinah)… Yah, sepandai-pandainya membungkus, daging busuk akan tercium juga… sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan terjatuh juga..

Para wanita bangsawan di Kota itu pun tahu dan paham betapa dalam cintanya Zulaikha kpd Yusuf (Qad syaghafaha hubban).. Tetapi, sayang itu adalah sebuah cinta terlarang dan tidak halal dari seorang wanita bersuami kepada pemuda perjaka ting-ting … J… Naluri fitrah kemanusian dari para wanita kota itu menilai, perbuatan itu adalah kesesatan yang nyata (inna lanaraaha fi dholaalin mubiin).. yah, cinta menggelora yang mengantar kepda kesesatan…. mereka pun mencela perbuatan Zulaikha…


Ayat 31
فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَأً وَآتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ اخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ
Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka”. Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia”.
(QS: Yusuf Ayat: 31)

  • Ayat 31 menceritakan bgmn Zulaikha menyiapkan rencana untuk “memberi pelajaran” kpd para wanita yg mencelanya… Zulaikha mengundang mereka utk acara perjamuan makan.. memberi mereka bahan dan pisau utk mengiris bahan… Yusuf pun diperintahkan menampakkan diri tiba2 di hadapan mereka… Para wanita itu pun kaget, kagum dan takjub akan ketampanannya… kekaguman yg melenakan, membuat angan-angan melayang, menghilangkan kesadaran diri hingga tidak terasa bahwa pisau telah mengiris jari-jari mereka.. kekaguman yg menggerakkan bibir para wanita itu utk berucap: “Maa haasya lillah (Maha Sempurna Allah), ini bukan manusia, dia adalah malaikat… “….. (Oy, permisalan: Cantiknya engkau wanita sperti bidadari, tampannya laki-laki seperti malaikat J)

Ayat 32
قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ
Wanita itu berkata: “Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina”.
(QS: Yusuf Ayat: 32)

  • Ayat 32 menggambarkan ttg rasa angkuh, pembenaran diri dan egoisme cinta Zulaikha di hadapan wanita2 itu… Zulaiha membuktikan bahwa perasaan dan reaksi para wanita itu sama saja dgn dirinya jika melihat Yusuf, mereka yg melihat sekali aja udah segitunya… apalagi saya yg tiap hari ketemu dalam rumah saya… J…. Begitulah perasaan saya kpd Yusuf yang kalian cela atas diri saya sebagaimana juga kalian rasakan thd Yusuf… Dengan rasa cinta yg menggelora, yg bercampur egoisme rasa memiliki dan hak kekuasaannya atas diri Yusuf, Zulaikha pun mengeluarkan ancamannya kpd Yusuf di hadapan para wanita itu; “Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina”.
Lihatlah ekspresi egoisme cinta wanita…..dan keakuannya dalam memiliki…..

Ayat 33
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ
Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh”.
(QS: Yusuf Ayat: 33)

  • Bagaimana respon Yusuf? Di ayat ke 33 menceritakan sikap tegas Yusuf, pilihan dan doa curhatnya kepada Allah SWT bahwa dipenjara karena menjaga iffah (kehormatan dan kesucian diri) adalah lebih baik daripada berbuat dosa dgn tunduk mengikuti ajakan dan rayuan wanita… Yusuf menyerahkan urusannya kepada Allah… Kalau bukan karena pertolongan dan taufik Allah, niscaya dia akan cenderung pada ajakan mereka, hingga ia pun tergolong orang yang bodoh…. subhanallah.. melakukan perbuatan dosa hakikatnya adalah perbuatan bodoh (jahil).. al-kayyisu man daana nafsahu wa ‘amila lima ba’dal maut.. orang yg cerdas itu adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya utk taat kepada Allah dan rajin beramal utk bekal setelah kematian…

Ayat 34
فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS: Yusuf Ayat: 34)

Ayat 34 menjelaskan bahwa Allah SWT memperkenankan doa Nabi Yusuf AS.. masuk penjara adalah cara menghindar yg tepat dari tipu daya dan lingkaran konspirasi para wanita elit itu… Demikianlah, Allah Maha Mendengar permintaan hamba-Nya dan Maha Mengetahui keadaan hamba-hambaNya..
Ayat 35
ثُمَّ بَدَا لَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا رَأَوُا الْآيَاتِ لَيَسْجُنُنَّهُ حَتَّىٰ حِينٍ
Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu.
(QS: Yusuf Ayat: 35)

Ayat 35 menegaskan bahwa takdir Allah dlm pilihan mereka untuk memenjarakan Yusuf. Ternyata penjara merupakan awal perubahan takdir Yusuf menjadi lebih baik…. hingga sampai ke dalam istana raja dan mendapatkan kedudukan terhormat di sisinya.
CATATAN : Kisah CINTA ini berlanjut ke-Ayat 50-52
وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُ الرَّسُولُ قَالَ ارْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ اللَّاتِي قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّي بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ
Raja berkata: “Bawalah dia kepadaku”. Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka”.
(QS: Yusuf Ayat: 50)
قَالَ مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَاوَدْتُنَّ يُوسُفَ عَنْ نَفْسِهِ ۚ قُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِنْ سُوءٍ ۚ قَالَتِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ الْآنَ حَصْحَصَ الْحَقُّ أَنَا رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ
Raja berkata (kepada wanita-wanita itu): “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?” Mereka berkata: “Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya”. Berkata isteri Al Aziz: “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar”.
(QS: Yusuf Ayat: 51)
ذَٰلِكَ لِيَعْلَمَ أَنِّي لَمْ أَخُنْهُ بِالْغَيْبِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ
(Yusuf berkata): “Yang demikian itu agar dia (Al Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
(QS: Yusuf Ayat: 52)

Akhir episode Fitnah cinta ini tersebut dalam ayat 50 s/d 52. Klimaksnya adalah persidangan langsung oleh raja terhadap kasus tersebut yang menghadirkan Yusuf, Zulaikhah dan para wanita kota yg menjadi saksi.. Persaksian para wanita tersebut telah membela Yusuf … Zulaikhah pun tidak mampu berkutik.. telah jelas kebenaran.. hingga dia pun mengakui perbuatannya dan kesalahannya serta menetapkan kejujuran sikap Yusuf…
Hasil sidang ini menggembirakan Yusuf, karena hal tersebut menjadi bukti di hadapan manusia bahwa sesungguhnya Yusuf tidak berkhianat kepada al-Aziz (tuannya yang menjadi suami Zulaikha), Yusuf sama sekali tidak menjalin hubungan asmara, bermain cinta “di lorong gelap” atau selingkuh “di balik layar” dgn istri orang tersebut… Di akhir ayat ke-52 ditegaskan: “Dan Allah tidak meridhoi tipu daya orang-orang yang berkhianat”…
Wallahu A’lam bis Showaab
Advertisement

Advertisement