Meluruskan Pernyataan Ngawur Ahmad Dhani "Pangeran Diponegoro itu Habib yang di Cap Teroris"

Oleh: Ki Roni Sodewo

MusliModerat.net - Ada 2 informasi yang menyesatkan yang dibuat oleh ahmad dani dalam akun Instagram terkait pemuatan gambar Diponegoro Pahlawan Nasional.

1. Pangeran Diponegoro bukan Habib Mustahar, tetapi memang waktu bayi namanya Mustahar. Informasi yang dituliskan di dalam poster yang dibuat oleh Ahmad Dhani dalam akun Instagramnya dengan menuliskan bahwa Pangeran Diponegoro bernama Habib Mustahar. Artinya : Ahmad Dani menyebarkan informasi kebohongan dan menyakiti perasaan para keturunan karena telah mengkaburkan asal usul Pangeran Diponegoro.
Saya sebagai keturunan pernah menanyakan hal ini kepada keluarga sesama keturunan Pangeran Diponegoro yang kebetulan pengurus Rabitah Alawiyah bernama Bang Hasan (Ketua RA. Cabang Ambon). Bang Hasan mengatakan bahwa PD bukan bernasab kepada Nabi. Bahkan waktu itu beliau membuat perbandingannya dengan “Mbah Priok”.

2. Ahmad Dani menuliskan informasi bahwa Diponegoro dulu oleh penguasa dicap teroris tetapi sekarang dia Pahlawan Nasional.
Dalam bahasa Indonesia, Kalimat itu artinya Diponegoro diangkat sebagai pahlawan oleh Penguasa yang dulu mencapnya sebagai terroris. Padahal eranya jauh berbeda, era penjajahan dan era NKRI.

Kalaupun pada saat itu dia dicap teroris, maka yang memberikan cap adalah penjajah. Tapi cap itu juga gak ada kok.

Mari kita telaah benar-benar bahasa tulisan AHMAD DHANI, Kalimat lengkapnya seperti ini :

PAHLAWAN BERSORBAN
PANGERAN DIPONEGORO
NAMA ASLI
HABIB MUSTAHAR
OLEH PENGUASA SAAT ITU DI JULUKI TERORIST
SEKARANG JADI
PAHLAWAN NASIONAL.

Pahlawan Bersorban : Dari sini dia sudah membuat kalimat bersayap Dia ingin seseorang yang bersorban disejajarkan dengan Pahlawan Nasional.

Ahmad Dani membuat kalimat itu seolah olah terorist yang ada saat ini suatu saat, bila era berganti akan diangkat sebagai pehlawan nasional.
Di sini dia memberi harapan agar teroris jangan pernah takut sebab bila era berganti bisa saja terorist diangkat sebagai Pahlawan.

Perlu dipahami, bahwa orang-orang Belanda pada saat itu datang sebagai perampok, bukan sebagai penguasa. Merekalah terorist yang sebenarnya, sementara Pangeran Diponegoro menghadapi teroris itu.
Jadi Diponegoro bukan teroris, tetapi berjuang melawan terrorist untuk membela bangsanya.

Mungkin ahmad dani sedang menyamakan tokoh idolanya dengan Para Pahlawan Nasional yang menurut saya gak pas dalam membuat perbandingan.

Bagaimana mungkin semut disejajarkan dengan yang di atas semut. Kalau mau mensejajarkan ya semut dengan semut.

jadi Ahmad Dhani memang bodoh dalam membuat kalimat dan bodoh dalam pemahaman sejarah.

Saya khawatir, jangan jangan memang dalam jiwanya ada jiwa makar dalam diri dhani.

#ahmaddhanibodoh

By Ki Roni Sodewo


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: