Senin, 29 Mei 2017

[Unduh] Buku Saku Sukses Ibadah Ramadhan ala Ahlusunnah waljamaah Annahdliyah

MusliModerat.net - Sukses Menjalankan Ibadah Ramadhan sesuai Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah
Imam Syafi’i sudah sangat populer keahliannya dalam bidang ijtihad khususnya menggali hukum dari sumber utama yaitu Al-Quran. Hal ini terlihat dari perkataan beliau:
ﻗﺎﻝ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ: ﻓﻠﻴﺴﺖ ﺗﻨﺰﻝ ﺑﺄﺣﺪ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺩﻳﻦ اﻟﻠﻪ ﻧﺎﺯﻟﺔ ﺇﻻ ﻭﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ اﻟﻠﻪ اﻟﺪﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻬﺪﻯ ﻓﻴﻬﺎ.
“Tidak ada peristiwa yang dialami umat Islam kecuali di dalam Al-Quran terdapat dalil petunjuk secara umum” (Ar-Risalah 1/19)
Imam Syafi’i tidak hanya diakui kepakarannya di bidang ilmu Qur’an, namun juga di bidang hadis. Seperti diakui oleh murid beliau:
يَقُوْلُ أَحْمَدُ بْنُ حَنبَلَ كَانَتْ أَنْفُسُ أَصْحَابِ الْحَدِيْثِ فِي أَيْدِي أَبِي حَنِيْفَةَ مَا تَبَرَّحَ حَتَّى رَأَيْنَا الشَّافِعِيَّ وَكَانَ أَفْقَهَ النَّاسِ فيِ كِتَابِ اللهِ وَفِي سُنَةِ رَسُوْلِهِ (حلية الأولياء – ج 9 / ص 98)
Ahmad bin Hanbal berkata: “Ahli hadis yang paling baik awalnya ada di tangan Abu Hanifah. Hingga kami melihat Syafii, ia orang yang paling mengerti al-Quran dan Hadis” (Hilyat al-Auliya’ 9/98)
Penerus dalam madzhab Syafi’i pun juga ulama-ulama yang kredibel. Hal ini terlihat dari banyaknya ahli hadis yang memilih Madzhab Syafi’iyah, seperti Imam Ibnu Hajar, baik Al-Asqalani atau al-Haitami, Imam Nawawi dan sebagainya.
Hingga kini pun pendapat dalam madzhab Syafi’i tetap berada di jalur ijtihad yang menggali hukum dari dua sumber primer tersebut. Maka klaim sebagian pihak bahwa hanya merekalah yang ikut Qur’an dan Hadits, telah terbantahkan dengan sendirinya. Sebab para ulama kita sudah jauh abad mendahului mereka.
Ini buku praktis seusai dalil yang telah dirumuskan oleh para ulama kita yang tinggal dengan mudah kita amalkan, menjelaskan seputar tema menjelang Ramadhan, ibadah puasa, Ibadah malam bulan Ramadhan, hari raya dan dilengkapi dalil Amaliah kaum Nahdiyin. Yang dihasilkan atas kerjasama Aswaja Center PWNU Jatim dengan Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) atau Lembaga Infokom dan Publikasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Advertisement

Advertisement