Nasehat Bagi yang Suka Menghina Kyai dan Habaib

MusliModerat.net - Bisa saja saya yakin bahwa Kyai Fulan itu golongannya Ulama' us Su' ( Ulama yang jahat) tetapi saya tidak akan mencibirnya dimuka umum.
Bisa saja saya yakin bahwa Habib Fulan itu golongannya Habaib Muskilat ( bermasalah) tetapi saya tidak akan menghinanya dimuka umum. Karena kedua-duanya adalah '' Ayah '' bagi saya. '' ABAUKA TSALASATUN, ABUKAL LADHI WALADAKA. WAL LADHI ZAWWAJAKA IBNATAHU. WAL LADHI ALLAMAKA, WAHUWA AFDHOLUHUM. Ayah-ayah kalian itu ada tiga. Ayah yang melahirkanmu. Ayah yang mengawinkan anak perempuannya kepadamu. Dan Ayah yang mengajarimu ilmu, dan dia ini adalah yang paling afdhol diantara ketiga ayahmu '' ( Al hadits) Jika para Ayah sedang ' bermasalah ' maka saya teringat kepada ' Nasehat ' Allah didalam Alqur'an diwaktu sang Ayah mengajak kedalam kemusyrikan, Allah berkata : '' Wala Tuti' huma washohibhuma fid dunya ma'rufa. Janganlah kamu mentaati keduanya, dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik '' Membully, menghina, mencaci bukan pergaulan yang baik didunia sebagaimana perintah Tuhan. Jangan ikuti saja idenya , gagasannya atau perintah - perintah mereka yang tidak disukai , namun jangan sekali-kali merendahkan serta membully. Mereka adalah para Ayah semuanya. Jikalau mereka adalah seorang Kyai yang bersalah ( dimata saya) maka biarlah kesalahan itu menjadi tenggungan mereka sendiri. Sedangkan ilmu-ilmu yang mereka miliki, saya membutuhkannya. Saya punya hajat manfaat dengannya. Sebuah Syair : Khudhil uluma wala tandhur liqoiliha Khaitsu kanat fainnal ilma mamdukhu Kamitsli jauharotin was to mazbalatin Alayta tak khudhuha, wazzablu matruhu? Ambillah ilmu apapun ilmu itu, jangan kau lihat siapa yang menyampaikannya. Seperti mutiara terjatuh dicomberan, bukankah tetap engkau ambil mutiaranya dan engkau tinggalkan lumpurnya? Syair yang lain : Undzur li ilmi, wala tandzur li'amali Yanfauka ilmi, wala yadhurruka taqshiri Wal ulumu kal Asyjari ala tsamarin Fasyallis tsimar, wakhollil Ud Lin nari Lihat saja ilmuku, jangan lihat kelakuanku . Maka ilmuku akan bermanfaat untukmu, sedangkan kekuranganku tidak akan merugikanmu. sesungguhnya ilmu-ilmu itu laksana pohon - pohon yang berbuah. Petiklah buahnya, tinggalkan batang kayunya diperapian saja. Jikalau mereka adalah seorang Habib yang bersalah, maka biarkanlah kesalahannya beliau pertanggungjawabkan sendiri. Sedangkan keberkahan Itrotin Nabiy dalam tubuh mereka saya membutuhkannya. Saya punya banyak hajat dengan kesucian Nasab mereka. '' Qul la asalukum alaihi ajran illal mawaddata filqurba. Katakanlah Wahai sebaik-baiknya Rasul , tidaklah aku meminta balasan atas dakwahku., selain kecintaan kalian kepada Kerabat ( ku) '' Madad salim


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: