Mereka Mendadak Bela Ormas Anti Pancasila

Baca Juga

MusliModerat.net - Saya tidak heran melihat tiba-tiba ada teman NU yang menolak pembubaran HTI. Wong NU itu dari yang kanan sampai kiri ada kok. Sayangnya pembelaan tersebut kerap kali dilakukan bukan oleh orang awam melainkan para akademisi yang isi kepalanya penuh daftar pustaka. Sebenarnya keberpihakan tersebut tiada masalah sebagai bentuk keragaman. Namun terkadang spirit pembelaan kurang elok jika tidak ditendesikan pada nilai-nilai, terlebih hanya pingin terlihat heroik karena anti mainstream.

HTI bukan menjadi yang pertama. Dulu sudah ada Masyumi, DI/TII bahkan PKI yang dibubarkan pemerintah. HTI selama kurang lebih 20 tahun cukup produktif mempropagandakan khilafah. Bahkan tokoh sekaliber Gus Dur, Buya Syafi'i & Gus Mus (dalam buku Ilusi Negara Islam) sudah lama mewanti-wanti gerakan politisasi agama tersebut. Masih yakin mau bela HTI gaes?.

Propaganda HTI juga dilancarkan massif melalui buletin Al-Islam menyasar masjid-masjid. Spirit mendirikan khilafah termanifes pada setiap edisi buletin HTI. Dengan kekuatan menyajikan ragam problematika kebangsaan HTI menawarkan konsepsi khilafah sebagai solusinya (sudah kayak iklan teh botol ya gaes hehe). Belum lagi konten ceramah para mubaligh yang gemar menyesatkan kelompok di luar dirinya. Men-thoghutkan negara dan seluruh yang mengamini pancasila (termasuk mbah buyut kalian dan ulama'-ulama' Nusantara sekaliber KH. Hasyim loh). Dengan begitu penolakan atas HTI yang kontra nilai nasionalisme bahkan mereduksi nilai islam sebagai rahmat semesta yang ramah, lembut, toleran, mengamini keragaman (sebagaimana Al-hujurat 13).

Dengan demikian pembubaran HTI merupakan bentuk kasih sayang kita pada sesama muslim bahwa menjadi muslim yang kaffah tidak harus menegakan khilafah. Sesungguhnya islam tidak memiliki konsepsi yang baku dalam tata-kelola negara. Namun nilai-nilai islam mampu mewujudkan baldatun thoyibah wa robbun ghofur. Dengan menjalankan nilai-nilai islam serta menjaga ukhuwah islamiyah dan wathoniyah cita-cita negara mutamadun akan niscaya. Bukankah substansi lebih penting dari isi. Tak perlu mengutip Marcuse/Plato bicara berbusa tentang demokrasi dan negara untuk katakan tidak pada HTI. Jadi buat man-teman NU yang mendadak bela HTI, ente sehat khi?
Mari kembali ke khittah meja kopi wkwk.

Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: