Menjadi Panutan Laskarnya, Seharusnya Habib Rizieq Taat Hukum Negeri ini

MusliModerat.net - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) H Rizieq Shihab, diperlakukan sama dengan proses hukum yang menjerat tersangka kasus korupsi. Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Ikhsan Abdullah berpendapat, seharusnya Polri dapat mengirim penyidik ke negara yang saat ini, disinggahi H Rizieq. Nantinya, penyidik dapat menggali keterangan H Rizieq yang mangkir dari panggilan pemeriksaan.

"Sekarang persoalannya belum hadir itu kenapa? Kan, ada di Malaysia, kirim saja sih penyidiknya ke sana kan bisa, kenapa tidak bisa?" sorot Ikhsan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pekan lalu.
"Ingat, koruptor-koruptor yang di luar negeri, datang tidak (penyidik, red) kita buat merayu mereka? Datang, kan. Lakukan yang sama, jadi jangan seolah-olah tidak hadir sekarang, runtuh negara," tegasnya.
Ia menilai, ketidakhadiran H Rizieq dalam panggilan pemeriksaan kasusnya karena berada di luar negeri adalah suatu kewajaran. Ikhsan mengatakan, polisi dapat memberi keadilan dengan cara datang ke negara yang dikunjungi Rieziq. "Kondisinya itu loh, kalau orang di dalam negeri mangkir boleh lah. Ini kan lagi di luar negeri, kalau tidak ditunggu ya, kita (penyidik, red) yang proaktif ke sana," tandasnya.
Dia menegaskan, pihak kepolisian harus berpikir dua kali jika ingin melibatkan Interpol dengan mengeluarkan red notice untuk H Rizieq. Bagi dia, red notice dikeluarkan hanya untuk kalangan penjahat tertentu. "Saya kira bersabar. Habib perlu dihargai karena seorang tokoh, jadi kalau dia diuber-uber kayak penjahat, kuatir tidak produktif," pintanya.
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya akan membawa paksa H Rizieq Shihab dari Malaysia ke Indonesia. Upaya itu dilakukan, jika dalam waktu yang telah ditetapkan, petinggi ormas FPI itu tak memenuhi surat panggilan pemeriksaan yang dilayangkan, terkait kasus dugaan pesan mesum dengan tersangka gerakan makar, Firza Husein.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan, surat perintah untuk membawa paksa H Rizieq pulang ke Indonesia segera diterbitkan. Dan diperkirakan surat itu selesai dikerjakan Senin (15/5), hari ini.
"Besok Senin (hari ini, red) kami akan menyelesaikan surat perintah membawa (paksa). Nanti penyidik akan mencari apakah ada di Indonesia atau tidak. Aturannya seperti itu," kata Argo, Minggu (14/5), kemarin.
Dijelaskannya, surat perintah membawa paksa akan diterbitkan, mengingat H Rizieq sudah dua kali mangkir dalam dua kali panggilan. Informasi sementara menyebutkan, H Rizieq sedang berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Dan untuk membawa paksa Rizieq dari Negeri Jiran itu, Polda Metro Jaya akan bekerja sama dengan Kepolisian Diraja Malaysia.
"Nanti kami akan rumuskan (kerja sama dengan kepolisian Malaysia) oleh penyidik. Selain H Rizieq juga kan ada saksi lain yang juga kami panggil," ujarnya. Namun, sebelum dijemput paksa, kepolisian berharap H Rizieq taat dan patuh hukum. "Kami tetap mengharapkan yang bersangkutan taat hukum. Karena beliau memiliki nama besar, sehingga harus menjadi contoh ataupun tauladan," harapnya.
Sejauh ini, H Rizieq telah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila yang ditangani Polda Jawa Barat. Berkas kasus tersebut hampir lengkap dan segera dilimpahkan ke pengadilan. Selain itu, H Rizieq juga terseret kasus dugaan konten pornografi. Pada kasus yang kedua itu, H Rizieq sedianya bakal diminta keterangannya pada 25 April lalu sebagai saksi. Namun dia mangkir dengan alasan menjalankan umroh di Mekah, Arab Saudi. Dalam kasus ini, diduga terlibat percakapan bermuatan porno dengan perempuan yang diduga Firza Husein, Ketua Yayasan Solidaritas Keluarga Cendana.
Namun, bukannya pulang untuk menyelesaikan kasusnya, melalui Tim Kuasa Hukum GNPF Kapitra Ampera, H Rizieq saat ini berada di Malaysia. Dia mengatakan, keberadaan Rizieq di Malaysia beberapa hari, usai melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi. Keberadaan di Malaysia untuk konsultasi disertasi studinya. Diperkirakan, akan kembali ke Indonesia pekan depan, meskipun disertasinya belum selesai.
Terpisah, kuasa hukum H Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro mengatakan, tidak masalah dengan penerbitan surat itu, karena merupakan hak kepolisian. Namun Atmo merasa penerbitan surat itu tidak perlu karena H Rizieq pasti akan datang. "Ketika habib pulang ke Indonesia, kalau itu bagian dari yang harus diselesaikan dia akan datang," kata Atmo kepada CNNindonesia.com, Minggu (14/5), kemarin.
Jika memang dibawa kepolisian, kata Atmo, tidak mengganggu konsentrasi H Rizieq untuk memberi keterangan. Atmo mengenal H Rizieq sebagai orang yang kuat dan tegar.
"Kalau memang itu harus dilakukan dia akan datang, yang harus dipikirkan bagi Habib Rizieq bagaimana hukum harus ditegakkan berdasarkan hukum bukan berdasarkan pesanan politik dan karena rekayasa," ujar Atmo.
Atmo belum bisa memastikan H Rizieq akan pulang ke Indonesia pada minggu depan. Bisa pulang ke rumah di Kawasan Petamburan, Jakarta Pusat atau pesantren di Kawasan Megamendung, Bogor. (berbagai sumber/vip)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: