Rabu, 24 Mei 2017

Megengan, Tradisi Sunnah Muslim Nusantara Menyambut Ramadhan

MusliModerat.net - KH. A Mustofa Bisri mengatakan bahwa sekarang sedang nge-trend orang pintar baru. Mereka memiliki setidaknya dua ciri utama. Pertama, setiap bebicara menuntut adanya dalil. “Sedikit-sedikit ada dalilnya, bahkan menuntut untuk adanya perincian dalil, misalnya ayat berapa, surat berapa, apakah hadis shohih atau dhaif,” ujarnya.

Cari dalilnya megengan? Ya nggak ada! Mereka berlagak ahlil dalil tapi tidak mampu mengimplementasikannya. Dianggapnya tradisi megengan itu merupakan sebuah fenomena dari masyarakat sesat karena dianggap tidak berdasar dalil.
Begitulah bedanya yang paling mencolok antara muslim tekstualis/literalis dengan muslim Nusantara/kontekstualis-substansialis.
Muslim Nusantara justru pandai mengemas pesan-pesan wahyu yang bisa dikemas. Tradisi megengan merupakan salah satu hasil kemasan dari pesan wahyu dalam Hadits :
من فرح بدخول رمضان حرم الله جسده على النار
Man fariha bi dukhuulir Ramadlaana, Harromalloohu jasadahuu 'alan Naari (Barangsiapa yang bersukaria dalam menyonsong datangnya bulan Ramadlan, niscaya Allah haramkan jasadnya dari jilatan api neraka).

Pesan wahyu agar umat Islam bersukaria dalam menyongsong bulan Ramadlan itu oleh muslim Nusantara dikemas dalam bentuk tradisi megengan dengan agenda pokok :
- Kaum laki-laki muslim melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan seperti masjid/mushalla, makam, bahkan bersih-bersih seluruh kampung, dengan saling berucap : مرحبا يا رمضان (Marhababan Ya Romadlon = Selamat datang bulan Ramadlan). Ini sebagai tanda dan bentuk bersukaria untuk menyambut bulan Ramadlan sebagaimana ditekankan dalam Hadits tersebut di atas.

- Sedang para ibu, kaum wanita mulimah menyiapkan kue-kue untuk diantar ke tetangga kanan kiri dengan berucap pula seperti yang diucapkan kaum laki-laki tadi. Hal itu pun sebagai tanda dan bentuk bersukaria demi menyongsong bulan Ramadlan yang mulia. Ditambah lagi dengan mengantar kue ke tetangga kanan kiri adalah ungkapan solidaritas sosial, shadaqah yang juga merupakan perintah agama.

Lesbumi PBNU (fb)
Advertisement

Advertisement